HUBUNGAN BEBAN KERJA, WAKTU KERJA, WAKTU ISTIRAHAT, DAN KUALITAS TIDUR TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA HARIAN PROYEK KONTRUKSI
DOI:
https://doi.org/10.24843/ACH.2026.v13.i01.p24Keywords:
kelelahan kerja, beban kerja, waktu kerja, waktu istirahat, kualitas tidurAbstract
Kelelahan kerja merupakan penurunan efisiensi dan ketahanan tubuh seseorang dalam bekerja. Faktor yang
mempengaruhi kelelahan kerja ialah beban kerja, waktu kerja, waktu istirahat dan kualitas tidur. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja
harian proyek kontruksi. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional.
Pengambilan data menggunakan pengukuran denyut nadi dan wawancara yangmelibatkan 51 pekerja harian dari
PT. Tunas Jaya Sanur. Penelitian ini menemukan hubungan yang signifikan antara waktu kerja (p=0,014), beban
kerja (p=0,001), dan kualitas tidur (p=0,002) dengan kelelahan kerja. Tidak terdapat hubungan yang signifikan
antara usia (p=0,570), jenis pekerjaan (p=0,282), status kesehatan (p=0,417), dan lingkungan kerja (p=0,553) dengan
kelelahan kerja. Hasil analisis multivariat memperoleh faktor yang paling dominan terhadap terjadinya kelelahan
kerja ialah beban kerja dan kualitas tidur. Sedangkan faktor yang tidak dominan adalah waktu kerja. Saran bagi
PT. Tunas Jaya Sanur untuk lebih memperhatikan lingkungan kerja, waktu kerja, serta beban kerja para pekerja
sehingga dapat meminimalisir terjadinya kelelahan kerja. Serta, untuk para pekerja harian untuk mengetahui
batasan kemampuan fisik serta memanfaatkan waktu tidur dengan optimal.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Archive of Community Health

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.