HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KETERATURAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 1 PEKUTATAN
DOI:
https://doi.org/10.24843/ACH.2025.v12.i03.p17Keywords:
Remaja, Tingkat stres, Siklus menstruasiAbstract
Sebanyak satu dari 20 remaja berusia 10-17 tahun di Indonesia juga mengalami gangguan mental. Gangguan cemas menjadi gangguan mental paling banyak diderita oleh remaja, yakni 3,7%. Tujuan penelitian ini secara umum untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan keteraturan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Negeri 1 Pekutatan Tahun 2023. Metode penelitian adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 47 responden. Penyajian data dalam bentuk tabel dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukan bahwa 5 responden (10,6%) memiliki tingkat stres normal, 7 responden (17%) memiliki tingkat stres ringan, 28 responden memiliki tingat stres sedang (59,6%), dan 6 responden (12,8%) memiliki tingkat stres parah, maka sebagian besar responden memiliki tingkat stres sedang. Siklus menstruasi remaja putri dari 47 responden memiliki siklus menstruasi tidak teratur (46,8%) dan (53,2%) memiliki siklus menstruasi teratur. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan tingkat stres dengan keteraturan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Negeri 1 Pekutatan dengan nilai p sebesar 0,521 (p > 0,05). Disarankan untuk penelitian selanjutnya memperdalam faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan siklus menstruasi, menggunakan metode yang berbeda. Serta dilakukan dengan responden pada tingkat pendidikan lebih tinggi dan juga memasukan faktor lain yang mempengaruhi tingkat stres dan siklus menstruasi.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.