FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENERIMAAN MASYARAKATTERHADAP METODE WOLBACHIA DI KELURAHAN SESETAN DENPASARSELATAN
DOI:
https://doi.org/10.24843/ACH.2026.v13.i01.p16Keywords:
DBD, Wolbachia, Acceptance, Health Belief Model, Surveilan LingkunganAbstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi permasalahan kesehatan di dunia. Kelurahan Sesetan Denpasar
Selatan adalah wilayah dengan kasus DBD tertinggi, yaitu 120 kasus. Beberapa riset telah dilakukan untuk
mengendalikan kasus DBD, yaitu dengan melakukan pendekatan metode Wolbachia. Penerapan suatu teknologi
kesehatan baru membutuhkan penerimaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat
penerimaan masyarakat terhadap metode Wolbachia berdasarkan teori Health Belief Model. Penelitian ini
bersifat analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel adalah penduduk dari 7 banjar di Kelurahan
Sesetan, Denpasar Selatan sebanyak 100 responden. Teknik pengambilan data menggunakan cluster random
sampling dan stratified random sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara. Data ini diuji
dengan analisis chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 responden diketahui ada 57 (57%)
orang yang memiliki penerimaan rendah terhadap metode Wolbachia. Tingkat penerimaan masyarakat terhadap
Wolbachia memiliki hubungan dengan pengetahuan (p-value = 0,014), persepsi manfaat (p-value = 0,004), dan
persepsi hambatan (p-value = 0,000). Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi informasi metode Wolbachia dan
kerja sama pihak yang terlibat agar terjadi peningkatan penerimaan metode Wolbachia di Bali.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Archive of Community Health

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.