HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KEJADIAN DEPRESI, KECEMASAN, DAN STRES PADA MAHASISWA UNIVERSITAS UDAYANA
DOI:
https://doi.org/10.24843/ACH.2025.v12.i03.p02Kata Kunci:
Intensitas Penggunaan Media Sosial, Dewasa Awal, Depresi, Kecemasan, StresAbstrak
Penggunaan media sosial sosial sering dihubungkan dengan masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan stres. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan kejadian depresi, kecemasan, dan stres pada mahasiswa Universitas Udayana. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah multistage sampling. Pengumpulan data dilakukan secara online melalui google form pada 21- 25 Juni 2024 dan diperoleh 161 responden. Social Networking Time Use Scale digunakan untuk mengetahui intensitas penggunaan media sosial dan Depression Anxiety and Stress Scale 21 digunakan untuk mengetahui kejadian depresi, kecemasan, dan stres. Analisis dilakukan secara deskriptif dan bivariat dengan uji chi-squere. Hasil menunjukkan bahwa dari 161 mahasiswa, paling banyak menggunakan media sosial dengan intensitas sedang yaitu 60 orang (37,3%) dan intensitas tinggi yaitu 54 orang (33,5%) dengan penggunaan media sosial didominasi sebagai periode yang berhubungan dengan stres. Selanjutnya, ditemukan kejadian depresi (54,7%), kecemasan (73,3%), dan stres (54,7%). Terdapat hubungan yang bermakna antara intensitas penggunaan media sosial dengan kejadian depresi, kecemasan, dan stres (p value <0,05). Melalui temuan ini, Universitas Udayana diharapkan dapat menerapkan program skrining kesehatan mental, edukasi penggunaan media sosial yang sehat, persiapan konselor, dan keterlibatan dosen pembimbing untuk mendukung kesehatan mental mahasiswa.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.