LITERATURE REVIEW: DETERMINAN KEJADIAN PUTUS BEROBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS
DOI:
https://doi.org/10.24843/ACH.2025.v12.i03.p05Kata Kunci:
Determinan, Faktor, Putus berobat, TuberkulosisAbstrak
Putus berobat (loss to follow-up) merupakan salah satu faktor yang menyebabkan tingkat keberhasilan pengobatan TB di Indonesia belum dapat mencapai target 90%. Penelitian ini berupa tinjauan literatur review yang dilakukan dengan mencari jurnal dengan beberapa kata kunci melalui database Google Scholar menggunakan metode PRISMA dengan hasil akhir didapatkan 7 jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, efek samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT), peran PMO, motivasi penderita, motivasi keluarga, jenis pekerjaan, dan jarak rumah pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan merupakan faktor yang berperan penting dalam kejadian putus berobat pada pasien Tuberkulosis. Di sisi lain, faktor-faktor seperti status pekerjaan, BMI, dan kunjungan pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan masih menjadi kontradiksi dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Oleh karena itu, dibutuhkan peran dari berbagai pihak dalam mendorong upaya peningkatan keberhasilan pengobatan TB di Indonesia.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.