FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN PERTAMA (K1) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SELEMADEG BARAT

Penulis

  • Ni Luh Sukarini Poltekkes Kemenkes Denpasar Penulis
  • Gusti Ayu Tirtawati Poltekkes Kemenkes Denpasar Penulis
  • Listina Ade Widya Ningtyas Poltekkes Kemenkes Denpasar Penulis

DOI:

https://doi.org/10.24843/ACH.2025.v12.i03.p08

Kata Kunci:

Ibu hamil, Kepatuhan, Kunjungan pertama

Abstrak

Kunjungan pertama (K1) pada ibu hamil di wilayah kerja UPTD Puskemas Selemadeg Barat tahun 2024 sebesar 225 orang, dengan 83,56% patuh melakukan K1 murni dan 16,44% tidak patuh. Kepatuhan melakukan kunjungan pertama (K1) sangat penting untuk mendeteksi risiko komplikasi secara dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan kunjungan pertama (K1) pada ibu hamil di wilayah kerja UPTD Puskesmas Selemadeg Barat. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain analitik cross sectional yang dilakukan pada bulan April 2025. Populasi dalam penelitian adalah ibu hamil yang melakukan K1 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Selemadeg Barat, dengan jumlah sampel sebanyak 37 Orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil berusia 20–35 tahun, memiliki pendidikan menengah, bekerja, serta pendapatan keluarga di bawah UMR. Mayoritas responden adalah multigravida dengan tingkat pengetahuan dan dukungan suami yang baik. Terdapat hubungan signifikan antara umur, pekerjaan, pengetahuan, dan dukungan suami dengan kepatuhan kunjungan pertama, sedangkan pendidikan, pendapatan keluarga, dan paritas tidak berhubungan signifikan. Semua ibu hamil diharapkan patuh dalam melakukan K1.
Kata Kunci: Ibu hamil, Kepatuhan, Kunjungan pertama

Diterbitkan

2025-12-22

Cara Mengutip

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN PERTAMA (K1) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SELEMADEG BARAT. (2025). Archive of Community Health, 12(3), 900-918. https://doi.org/10.24843/ACH.2025.v12.i03.p08

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama