GAMBARAN KEJADIAN KOMPLIKASI OBSTETRI BERDASARKAN TINGKAT RISIKO KEHAMILAN DI PUSKESMAS SELEMADEG BARAT TAHUN 2022-2024
DOI:
https://doi.org/10.24843/ACH.2025.v12.i03.p10Kata Kunci:
Ibu hamil, Komplikasi obstetric, PersalinanAbstrak
Kehamilan berisiko tinggi berpotensi mengancam kesehatan dan keselamatan ibu maupun bayi selama kehamilan, persalinan, hingga masa nifas. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kejadian komplikasi obstetri berdasarkan tingkat risiko kehamilan di Puskesmas Selemadeg Barat tahun 2022-2024. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan data sekunder dari kohort ibu dan laporan program ibu, menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini dilakukan di wilayah Puskesmas Selemadeg Barat pada bulan Maret 2025. Analisis dilakukan dengan distribusi frekuensi tiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas ibu berumur 17-35 tahun dengan komplikasi terbanyak terjadi pada masa kehamilan. Komplikasi kehamilan paling sering adalah plasenta previa. Komplikasi persalinan terbanyak yaitu preeklampsia ringan. Komplikasi nifas terbanyak yaitu infeksi masa nifas. Sebagian besar kasus komplikasi terjadi pada ibu dengan kehamilan risiko tinggi. Baik komplikasi kehamilan, persalinan, maupun nifas, semuanya menunjukkan proporsi tertinggi pada kelompok ibu hamil berisiko tinggi. Oleh karena itu, deteksi dini risiko kehamilan menjadi penting melalui pemeriksaan antenatal care (ANC) secara rutin dan sesuai jadwal. Pemeriksaan rutin dapat membantu mengidentifikasi potensi komplikasi sejak awal. Intervensi dapat dilakukan lebih cepat untuk mencegah dampak buruk bagi ibu dan bayi.
Kata Kunci: Ibu hamil, Komplikasi obstetric, Persalinan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.