SURVEI JENTIK DI DESA SUBAGAN KABUPATEN KARANGASEM BALI
DOI:
https://doi.org/10.24843/ACH.2025.v12.i03.p22Kata Kunci:
Survei, Indeks Jentik, SubaganAbstrak
Peningkatan jumlah laporan kasus DBD secara nasional terus dilaporkan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk di Desa Subagan, Kabupaten Karangasem, Bali. Desa Subagan mengalami peningkatan jumlah laporan kasus kumulatif dari 13 kasus pada 2021 menjadi 58 kasus di tahun 2022. Pemerintah menginisiasi program PSN 3M-Plus dengan Gerakan Satu Rumah Satu Jentik (G1R1J) untuk menekan lonjakan kasus DBD, termasuk survei kepadatan jentik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberadaan jentik di Desa Subagan dengan menggunakan indikator seperti House Index (HI), Container Index (CI), Breteau Index (BI), dan Angka Bebas Jentik (ABJ), serta menganalisis karakteristik sosiodemografi masyarakat. Penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan metode cross-sectional study dan menggunakan simple random sampling dengan 200 sampel. Hasil analisis menunjukkan Desa Subagan memiliki risiko penularan DBD yang tinggi dengan nilai HI 54% dan CI 24,9%. ABJ Desa Subagan adalah 46%, menunjukkan belum bebas jentik. Hasil penelitian ini diharapkan mendorong pemerintah untuk meningkatkan program pemantauan jentik dan promosi kesehatan untuk mencegah peningkatan kasus DBD di masa mendatang.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.