PENILAIAN STIGMA PETUGAS UPTD PUSKESMAS UBUD II TERHADAP ORANG DENGAN HIV PADA LAYANAN ONE STOP SERVICE KLINIK ANGGREK
DOI:
https://doi.org/10.24843/ACH.2026.v13.i01.p3Kata Kunci:
Stigma, ODHIV, petugas layanan kesehatan, faktorAbstrak
Stigma di layanan kesehatan merupakan faktor yang dapat menurunkan kualitas perawatan, pengobatan serta
kualitas hidup ODHIV. Penelitian terkait stigma petugas layanan kesehatan belum banyak dilakukan di Indonesia.
Penelitian ini akan mengukur besaran stigma petugas kesehatan dan non kesehatan terhadap ODHIV di
Puskesmas Ubud II. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat stigma petugas UPTD Puskesmas Ubud II
terhadap ODHIV berdasarkan karakteristik dan tingkat pengetahuan tentang HIV. Desain penelitian yang
digunakan cross sectional analitik dengan instrumen Health Care Providers HIV-AIDS Stigma Scale (HPASS). Total
sampel sebanyak 52 petugas UPTD Puskesmas Ubud II dengan teknik pengambilan sampel secara total sampling
berdasarkan dengan kriteria yang telah ditentukan. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji chi
square. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa bahwa sebagian besar responden sebanyak 34 (65,4%)
mempunyai stigma yang rendah terhadap ODHIV. Sedangkan hasil analisis bivariat menunjukkan faktor-faktor
yang berhubungan dengan stigma diantaranya jenis ketenagaan (p=0,005), lama bekerja (p=0,027), pelatihan (0,007),
pengalaman (P=0,019), dan pengetahuan (P=0,040). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan, yaitu jenis kelamin,
umur dan tingkat pendidikan. Pihak puskesmas diharapkan dapat memperhatikan isu stigma yang mungkin
terjadi di layanan HIV dan dapat memberikan dukungan informasi serta memfasilitasi pelatihan kepada seluruh
petugas UPTD Puskesmas Ubud II.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Archive of Community Health

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.