DETERMINAN KEBERHASILAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI INDONESIA: ANALISIS DATA SISTEM INFORMASI TUBERKULOSIS TAHUN 2022
DOI:
https://doi.org/10.24843/ACH.2026.v13.i01.p4Kata Kunci:
Tuberkulosis, Pengobatan, Keberhasilan, Determinan, Sensitif ObatAbstrak
Tuberkulosis (TBC) disebabkan Mycobacterium tuberculosis dan sering menyerang paru-paru. Tingkat
keberhasilan pengobatan TBC pada 2022 mencapai 86%, tetapi belum memenuhi target Kemenkes. Penelitian
bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pengobatan pada pasien TBC paru sensitif obat (SO) dan
determinan yang mempengaruhinya di Indonesia berdasarkan data pada Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB)
tahun 2022. Penelitian menggunakan desain observasi kuantitatif cross-sectional dengan data sekunder dari
formulir TB.03 SO tahun 2022 diambil dari SITB. Teknik total sampling digunakan 497.016 pasien. Analisis data
melibatkan deskriptif dan regresi logistik. Hasil temuan ini menunjukkan keberhasilan pengobatan TBC paru di
Indonesia 88,18%. Beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu usia (13 tahun ke bawah (OR=4,22; 95% CI=4,064,38),
14-40 tahun(OR=2,05;95%CI=1,99-2,09),41-59tahun(OR=1,58;95%CI=1,54-1,62)usia60keatassebagaipembandingnya), jenis kelamin (OR=1,26; 95% CI=0,23-0,29), dan status pekerjaan (tenaga kesehatan (OR=1,59;
95% CI=1,14-2,22 ), pengajar (OR=1,76; 95% CI=1,37-2,26) pensiunan sebagai pembanding), status pengobatan
(OR=1,23; 95% CI=1,17-1,29), riwayat pengobatan sebelumnya (kasus baru (OR=2,09; 95% CI=1,94-2,26) riwayat
putus berobat sebagai pembandingnya), Penyakit lainnya seperti HIV (OR=3,59; 95% CI=3,39-3,80) dan DM
(OR=1,27; 95% CI=1,23-1,32). Diperlukan peningkatan monitoring dan evaluasi serta layanan kolaborasi penyakit
penyerta lainnya seperti HIV dan DM.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Archive of Community Health

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.