ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT BPJS KESEHATAN KATEGORI A DI DEPO FARMASI RAWAT JALAN RSD MANGUSADA
DOI:
https://doi.org/10.24843/ACH.2026.v13.i01.p20Kata Kunci:
analisis ABC, economic order quantity, pengendalian persediaan, reorder point, safety stockAbstrak
Perencanaan obat di Depo Farmasi Rawat Jalan RSD Mangusada hanya berdasarkan metode konsumsi sehingga
kemungkinan stock out pada beberapa jenis obat mungkin dapat terjadi. Penting bagi rumah sakit untuk
mengelompokkan obat, serta menentukan jumlah dan waktu pemesanan optimal untuk setiap obat. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengendalian persediaan obat dengan menggunakan metode ABC,
EOQ, SS dan ROP. Jenis penelitian kuantitatif (operational research). Sampel dipilih menggunakan teknik nonprobability
yaitu daftar nama obat, pemakaian, dan harga beli (Januari-November 2023). Berdasarkan analisis
ABC pemakaian diperoleh obat fast moving sebanyak 35 jenis dengan jumlah pemakaian 71,10%. Moderate
terdiri dari 46 jenis dengan jumlah pemakaian 19,83%. Slow moving terdiri dari 247 jenis obat dengan jumlah
pemakaian 9,07%. Berdasarkan analisis ABC investasi, kategori A terdiri dari 33 jenis obat dengan nilai investasi
71,17%. Kategori B yaitu 62 jenis obat dengan nilai investasi 19,78%. Kategori C yaitu 233 item obat dengan nilai
investasi 9,05%. Jumlah pemesanan optimum obat kategori A mulai dari 6-3.997 item. Jumlah persediaan
pengaman obat kategori A mulai dari 5-3.148 item, sedangkan waktu pemesanan kembali obat kategori A mulai
dari 7-4.683 item. Melalui metode EOQ dapat menghemat total biaya persediaan sebesar 13,91% per bulan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Archive of Community Health

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.