PERSEPSI TENAGA KESEHATAN TERHADAP TELEMEDISIN DALAM MANAJEMEN PENGOBATAN ARV DAN PENCEGAHAN PrEP LAYANAN KESEHATAN PRIMER KOTA DENPASAR
DOI:
https://doi.org/10.24843/ACH.2026.v13.i01.p21Kata Kunci:
ARV, Persepsi, PrEP, TelemedisinAbstrak
Kesehatan tubuh adalah syarat utama untuk menjalani berbagai aktivitas. Namun, virus seperti HIV yang
menyebabkan AIDS menjadi ancaman dan perhatian secara global. Meskipun kasus HIV positif menurun sejak 2020,
kelompok tertentu seperti LSL justru mengalami peningkatan, dan angka kematian akibat AIDS naik. Pengobatan
ARV dan pencegahan PrEP diperlukan, namun belum optimal karena beban fasyankes primer yang turut
meningkat, pergeseran penyakit menjadi manajemen kronis, dan adanya stigma terhadap pasien. Telemedisin
menjadi solusi potensial. Penelitian ini mengeksplorasi persepsi tenaga kesehatan di fasyankes primer mengenai
telemedisin sebagai inovasi manajemen layanan. Melalui metode kualitatif dan pendekatan studi eksploratif di
UPTD Puskesmas I Denpasar Utara dan Klinik WM Medika atau Yayasan Kerti Praja, menunjukkan fasyankes
primer memiliki kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam implementasi telemedisin untuk ARV dan
PrEP. Tenaga kesehatan merekomendasikan persiapan melalui dukungan layanan, kesiapan teknis dan operasional
fasyankes, serta penerimaan pasien agar telemedisin dapat diimplementasikan dengan optimal
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Archive of Community Health

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.