LABOR MARKET PARTICIPATION STATUS AMONG INDONESIAN MILLENNIALS: A MULTINOMIAL LOGIT APPROACH

Authors

  • Kukuh Arisetyawan Universitas Negeri Surabaya image/svg+xml Author
  • Nila Aristia Wijaya Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.24843/EEB.2026.v15.i03.p10

Keywords:

Partisipasi Kerja, Generasi Milenial, Pasar Kerja, Skill, Kesempatan Kerja, Job Participation, Millenial Generation, Job Market, Skills, Job Opportunities

Abstract

Penelitian ini mengkaji penentu status ketenagakerjaan di kalangan milenial Indonesia (lahir 1981-1996) menggunakan regresi logistik multinomial pada data Sakernas Agustus 2020 (N = 236.253) yang dikumpulkan selama Pandemi Covid 19, dengan pengangguran sebagai kategori acuan. Hasil menunjukkan bahwa setiap tahun tambahan pendidikan yang diselesaikan meningkatkan probabilitas pekerjaan formal sekitar 1,9 persen dan mengurangi probabilitas pengangguran sebesar 0,4 persen. Laki-laki memiliki probabilitas 11,5 persen lebih tinggi untuk pekerjaan informal daripada perempuan. Partisipasi pelatihan bersertifikat meningkatkan probabilitas kerja formal sebesar 10,5 persen. Khususnya, penerima Kartu Prakerja menunjukkan probabilitas kerja formal 4,4 persen lebih tinggi (p = 0,014), meskipun efek pada pengangguran dan pekerjaan informal secara statistik tidak signifikan. Temuan menunjukkan bahwa pendidikan, pelatihan, dan program pemerintah yang ditargetkan sangat penting untuk meningkatkan akses pasar tenaga kerja formal bagi milenial Indonesia.

 

This study examines determinants of employment status among Indonesian millennials (born 1981-1996) using multinomial logistic regression on Sakernas August 2020 data (N = 236,253) collected during The Covid 19 Pandemic, with unemployment as the reference category. Results indicate that each additional year of completed education increases the probability of formal employment by approximately 1.9 percent and reduces unemployment probability by 0.4 percent. Males have a 11.5 percent higher probability of informal employment than females. Certified training participation raises formal employment probability by 10.5 percent. Notably, Pre-Employment Card (Kartu Prakerja) recipients show 4.4 percent higher formal employment probability (p = 0.014), though effects on unemployment and informal employment are statistically insignificant. Findings suggest that education, training, and targeted government programs are central to improving formal labor market access for Indonesian millennials.

Author Biography

  • Nila Aristia Wijaya, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia

    State University of Surabaya

Downloads

Published

2026-03-31

Issue

Section

Articles