PENGARUH ELECTRONIC WORD OF MOUTH DAN PERCEIVED AUTHENTICITY TERHADAP NIAT BERKUNJUNG KEMBALI WISATAWAN GENERASI Z
DOI:
https://doi.org/10.24843/EEB.2026.v15.i05.p10Keywords:
eWOM, Perceived Authenticity, Revisit Intention, Niat Berkunjung Kembali, Persepsi KeaslianAbstract
Mempertahankan wisatawan muda menjadi tantangan penting bagi destinasi lokal yang visibilitasnya semakin dibentuk oleh narasi digital dan konten dari pengunjung. Penelitian ini menganalisis pengaruh Electronic Word of Mouth (eWOM) dan Perceived Authenticity terhadap niat berkunjung kembali wisatawan Generasi Z. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda berdasarkan data kuesioner dari 100 responden yang pernah mengunjungi destinasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eWOM dan perceived authenticity berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat berkunjung kembali. Temuan ini menunjukkan bahwa niat wisatawan muda untuk kembali tidak hanya dibentuk oleh rekomendasi digital, ulasan, dan konten perjalanan yang dibagikan, tetapi juga oleh persepsi bahwa destinasi tersebut menawarkan pengalaman yang autentik, bermakna, dan dekat dengan identitas lokal. Penelitian ini berkontribusi pada literatur pemasaran pariwisata dengan menghubungkan pengaruh sosial digital dan persepsi keaslian untuk menjelaskan niat kunjungan ulang pada segmen wisatawan muda. Pengelola destinasi perlu memperkuat komunikasi di media sosial sambil tetap menjaga unsur budaya, sosial, dan alam yang membuat pengalaman wisata terasa autentik, tepercaya, dan layak dikunjungi kembali.
Retaining young tourists is an important challenge for local destinations whose visibility is increasingly shaped by digital narratives and visitor-generated content. This study examines the influence of Electronic Word of Mouth (eWOM) and Perceived Authenticity on revisit intention among Generation Z tourists. A quantitative approach was applied using multiple linear regression analysis based on questionnaire data from 100 respondents who had visited the destination. The results show that both eWOM and perceived authenticity have positive and significant effects on revisit intention. This finding indicates that revisit intention among young tourists is shaped not only by digital recommendations, reviews, and shared travel content, but also by the perception that the destination offers genuine, locally rooted experiences. The study contributes to the tourism marketing literature by linking digital social influence and perceived authenticity to explain revisit intention among a young tourist segment. Destination managers should strengthen social media communication while preserving cultural, social, and natural elements that make the tourism experience feel authentic, credible, and worth revisiting.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Christy N Rondonuwu, Djurwati Soepeno (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











