URBANISASI DAN KESENJANGAN ENERGI LISTRIK PERKOTAAN DAN PEDESAAN DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.24843/EEB.2026.v15.i03.p04Keywords:
Kesenjangan Konsumsi Listrik, Perkotaan Dan Pedesaan, Urbanisasi, Electricity Consumption Inequality, Urbanization, Urban-ruralAbstract
Penelitian ini mengkaji mengenai dampak dari adanya urbanisasi terhadap kesenjangan konsumsi energi listrik di perkotaan dan pedesaan dengan menggunakan pendekatan berdasarkan ukuran perspektif energi konsumsi listrik pada level kabupaten/kota. Studi ini mengisi gap pada penelitian sebelumnya yang telah banyak mengkaji kesenjangan perkotaan dan pedesaan dengan pendekatan berbasis ukuran pendapatan dan moneter lainnya, namun masih sedikit yang mengkaji menggunakan perspektif konsumsi energi listrik. Studi ini menggunakan data yang berasal dari Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dan Survey Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) tahun 2019-2023 pada level kabupaten/kota. Adapun perspektif penggunaan energi listrik ini digunakan karena dapat merepresentasikan adanya pertumbuhan ekonomi dan produktivitas daerah. Theil index digunakan dalam studi ini karena dapat mengukur kesenjangan wilayah yang lebih spesifik menjadi antar kelompok (between) dan dalam kelompok (within) sehingga dapat mengukur kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Dari hasil dengan menggunakan pendekatan Two Way Fixed Efect baik dengan menggunakan pendekatan Indeks Theil dalam mengukur kesenjangan listrik dan pendekatan rasio perbandingan konsumsi perkotaan dan pedesaan didapatkan hasil bahwa tingkat urbanisasi meningkatkan kesenjangan konsumsi listrik dan antar wilayah perkotaan dan pedesaan di Indonesia.
This study examines the impact of urbanization on the disparity in electricity consumption between urban and rural areas, using an approach based on electricity consumption measures at the district/city level. The study utilizes data from the National Socio-Economic Survey (Susenas) and the National Labor Force Survey (Sakernas) for the years 2019–2023 at the district/city level. The electricity consumption perspective is employed in this study as it can represent regional economic growth and productivity. The Theil index is used in this study because it can measure regional inequality more specifically by breaking it down into between-group and within-group components, thus enabling the assessment of disparities between urban and rural areas. The results, based on the two-way Fixed Effects approach and using both the Theil index to measure electricity inequality and the ratio of urban to rural consumption, show that the level of urbanization increases electricity consumption inequality between urban and rural areas in Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Alfianisa Tongato, Khoirunurrofik (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











