FAKTOR SOSIAL DAN KETENAGAKERJAAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL INDONESIA TAHUN 2015-2024

Penulis

  • Doyoba Sie Pratama Universitas Sriwijaya image/svg+xml Penulis
  • Bernadette Robiani Fakultas Ekonomi, Universitas Sriwijaya, Sumatera Selatan, Indonesia Penulis
  • Siti Rohima Fakultas Ekonomi, Universitas Sriwijaya, Sumatera Selatan, Indonesia Penulis

DOI:

https://doi.org/10.24843/EEB.2026.v15.i01.p02

Kata Kunci:

Indeks Pembangunan Manusia, Penduduk Miskin, Pertumbuhan Ekonomi, Tenaga Kerja Formal, Tingkat Pengangguran Terbuka, Economic Growth, Formal Labor, Human Development Index, Open Unemployment Rate, Poverty

Abstrak

Pertumbuhan ekonomi menjadi indikator utama yang mencerminkan tingkat kesejahteraan serta keberhasilan pembangunan suatu negara. Dalam konteks Indonesia, perbedaan karakteristik sosial dan struktur ketenagakerjaan antar provinsi berpotensi memengaruhi arah dan kecepatan perkembangan ekonomi.  Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh penduduk miskin, tingkat pengangguran terbuka, tenaga kerja formal, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap pertumbuhan ekonomi pada 34 provinsi di Indonesia selama kurun waktu 2015–2024. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan mengolah data panel sekunder yang berasal dari BPS.  Regresi data panel digunakan dalam analisis, dan Uji Chow serta Hausman menunjukkan bahwa model terbaik yang sesuai adalah Fixed Effect Model (FEM). Hasil uji t menunjukkan bahwa penduduk miskin, tingkat pengangguran terbuka, dan tenaga kerja formal berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hasil uji F juga menunjukkan bahwa pengaruh simultannya juga signifikan. Dengan Adjusted R-Squared sebesar 0,232, model tersebut menjelaskan sekitar 23,245 persen variasi pertumbuhan ekonomi.  Hal ini menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia yang semakin baik menjadi kunci dalam meningkatkan kinerja ekonomi nasional.


Economic growth is a primary indicator reflecting a nation’s level of welfare and development success. In the context of Indonesia, variations in social characteristics and labor structures across provinces may influence the direction and pace of economic development. This study examines the effects of the poor population, the open unemployment rate, formal labor, and the Human Development Index (HDI) on economic growth across 34 provinces in Indonesia during the period 2015–2024. A quantitative approach was employed using secondary panel data obtained from Statistics Indonesia (BPS). Panel data regression was applied, and the results of the Chow and Hausman tests indicate that the Fixed Effect Model (FEM) is the most appropriate specification. The t-test results show that the poor population, open unemployment rate, and formal labor have significant effects on economic growth, whereas the Human Development Index (HDI) does not exhibit a significant effect. The F-test results further confirm that the variables jointly have a significant effect on economic growth. With an Adjusted R-Squared value of 0.232, the model explains approximately 23.245 percent of the variation in economic growth. These findings emphasize that improving human capital quality remains a key factor in enhancing national economic performance.

Diterbitkan

2026-01-31

Terbitan

Bagian

Articles