PENGARUH KOMPETENSI DAN SKEPTISISME PROFESIONAL TERHADAP KEMAMPUAN AUDITOR MENDETEKSI KECURANGAN DENGAN BEBAN KERJA SEBAGAI PEMODERASI

Penulis

  • Ni Kadek Dwi Lestari Faculty of Economics and Business, Udayana University, Bali, Indonesia Penulis
  • Made Gede Wirakusuma Faculty of Economics and Business, Udayana University, Bali, Indonesia Penulis

DOI:

https://doi.org/10.24843/EEB.2026.v15.i04.p05

Kata Kunci:

Beban Kerja, Kemampuan Auditor dalam Mendeteksi Kecurangan, Kompetensi, Skeptisisme Profesional, Auditor's Ability in Detecting Fraud, Competence, Professional Skepticism, Workload

Abstrak

Auditor memainkan fungsi krusial dalam menjamin bahwa laporan keuangan sebuah perusahaan mampu menghasilkan informasi finansial yang akurat, terpercaya, dan berguna untuk berbagai pihak terkait. Meskipun begitu, walaupun audit sudah dilaksanakan, insiden penipuan dalam dokumen keuangan masih kerap terjadi. Penelitian ini dibuat untuk mengevaluasi secara praktis dampak kemahiran auditor serta sikap skeptis profesionalnya pada efektivitas mereka dalam mengidentifikasi penipuan, di mana volume tugas bertindak sebagai pemoderasi. Lokasi riset berada di Kantor Akuntan Publik yang terletak di Provinsi Bali, dengan menggunakan metode purposive sampling, dan melibatkan sebanyak 73 partisipan. Data dikumpulkan lewat distribusi kuesioner secara tatap muka, kemudian diproses dengan teknik moderated regression analysis (MRA). Temuan studi menunjukkan bahwa kompetensi auditor memberikan dampak positif pada kemampuannya menemukan kecurangan, sementara skeptisisme profesional tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Selain itu, beban kerja terbukti memperlemah pengaruh kompetensi terhadap kemampuan deteksi kecurangan, namun, tidak berperan dalam memoderasi hubungan antara sikap skeptis dan kemampuan deteksi kecurangan. Hasil akhir penelitian mengindikasikan bahwa mempertahankan keseimbangan beban kerja serta meningkatkan kompetensi auditor merupakan aspek penting untuk menjaga keefektifan dalam mendeteksi kecurangan.

 

 

Auditors play a crucial role in ensuring that a company's financial reports can deliver accurate, reliable, and valuable financial information to all relevant stakeholders. Despite this, even after audits are conducted, instances of fraud in financial documents continue to occur frequently. This study was designed to empirically assess the impact of auditors' proficiency and their professional skepticism on their ability to identify fraudulent activities, with workload acting as a moderating factor. The research was carried out at Public Accounting Offices in Bali Province, employing purposive sampling methods and involving a total of 73 respondents. Data collection involved distributing questionnaires in person, which were then analyzed using moderated regression analysis (MRA). The findings reveal that proficiency exerts a positive influence on auditors' capacity to detect fraud, whereas professional skepticism does not show a significant effect. Furthermore, workload is proven to weaken the influence of proficiency on the ability to detect fraud, but it does not moderate the relationship between professional skepticism and auditors' fraud detection capabilities. Ultimately, the research outcomes suggest that maintaining a balanced workload and enhancing auditors' proficiency are essential elements to preserve the effectiveness of fraud detection.

Diterbitkan

2026-04-30

Terbitan

Bagian

Articles