PARADOKS PEMBANGUNAN GENDER: PENGARUH NEGATIF IPG TERHADAP PARTISIPASI ANGKATAN KERJA PEREMPUAN DI INDONEISA
DOI:
https://doi.org/10.24843/Kata Kunci:
Education, Employment, Female Labor, Gender Development, Woman Earnings, Ketenagakerjaan, Pekerja Perempuan, Pembangunan Gender, Pendapatan Perempuan, PendidikanAbstrak
Tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan mempunyai peran yang sangat strategis dalam pertumbuhan dan Pembangunan ekonomi negara. Namun di Indonesia angka partisipasi angkatan kerja perempuan masih stagnan dan jauh dibawah laki-laki. Tujuan penelitian ini adalah meninjau bagaimana pengaruh pendidikan perempuan, pembangunan gender, kesehatan perempuan, pendapatan perempuan, dan ketenagakerjaan terhadap TPAKP di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui analisis data panel menggunakan fixed effect model dengan menggunakan data sekunder Badan Pusat Statistik (BPS) dengan periode waktu 2019-2023. Teknik analisis yang dilakukan adalah dengan melihat signifikansi pada output regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata lama sekolah perempuan, sumbangan pendapatan perempuan, dan EPR berpengaruh positif signifikan terhadap TPAKP sedangkan angka harapan hidup tidak berpengaruh signifikan terhadap TPAKP. Justru IPG berpengaruh negatif signifikan terhadap TPAKP karena tidak mencakup permasalahan sosial dan norma. Implikasi penelitian ini adalah peningkatan pemberdayaan perempuan dari segi pendidikan dan ketenagakerjaan mendorong tumbuhnya TPAKP, namun perlu diiringi dengan perbaikan kondisi sosio-ekonomi dan norma budaya.
Female labor force participation plays a strategic role in national economic growth and development; however, in Indonesia, this rate remains stagnant and significantly lower than that of men. This study therefore aims to examine the influence of women's education, gender development, women's health, women's income, and the employment on the female labor force participation rate in Indonesia, employing a quantitative approach with panel data analysis and a fixed effect model on secondary data from the Central Statistics Agency (BPS) from 2019 to 2023. The findings reveal that the average years of schooling for women, women's contribution to income, and the EPR have a significant positive effect, while life expectancy has no significant effect. Conversely, the GDI exhibits a significant negative effect, which is attributed to its failure to encompass social issues and cultural norms. The implication of this study is that enhancing women's empowerment through education and employment opportunities fosters the growth of female labor force participation. However, this must be accompanied by improvements in socio-economic conditions and cultural norms.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Nanda Mustika Dewi, Kukuh Arisetyawan (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











