Laporan Kasus: Rinitis Kronis disertai Bronkitis Akibat Infeksi Bakteri pada Kucing Ras Bengal

Authors

  • Yulia Khalifatun Nissa Program Profesi Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. Sudirman, Sanglah, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234 Author
  • I Putu Gede Yudhi Arjentinia Laboratorium Ilmu Penyakit Dalam Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. Sudirman, Sanglah, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234 Author
  • I Gede Soma Laboratorium Fisiologi, Farmakologi, dan Farmasi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. Sudirman, Sanglah, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234 Author

DOI:

https://doi.org/10.24843/imv.2025.v14.i01.p05

Keywords:

bakteri, bronkitis, Klebsiella sp., kronis, kucing, rinitis, Staphylococcus sp.

Abstract

PENDAHULUAN: Rinitis dan bronkitis merupakan kelainan pada rongga hidung dan bronkus yang ditandai dengan adanya peradangan.  Rinitis dan bronkitis yang tidak ditangani dengan cepat dapat
menjadi penyakit kronis yang biasanya disebabkan oleh bakteri.
TUJUAN: Laporan kasus ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai penyakit rinitis kronis dan bronkitis akibat infeksi bakteri pada kucing ras bengal.
METODE: Hewan kasus berupa kucing bengal jantan berumur 1,5 tahun dengan bobot badan 3,5 kg diperiksa karena adanya keluhan bersin dan terdapat leleran berwarna gelap pada hidung yang telah berlangsung selama beberapa bulan secara intermiten dan tidak pernah dilakukan pengobatan. Pemeriksaan klinis dan pemeriksaan laboratorium berupa pemeriksaan hematologi, sitologi discharge nasal, isolasi dan identifikasi bakteri, serta pemeriksaan radiografi dilakukan untuk meneguhkan diagnosis dan membuat rencana pengobatan.
HASIL: Pemeriksaan klinis menunjukkan adanya leleran sanguineous pada hidung, bersin, dan sesekali batuk, palpasi trakea menunjukkan respons batuk, serta auskultasi paru-paru terdengar bunyi crackles kasar.  Pemeriksaan hematologi menunjukkan kucing kasus mengalami leukositosis dan trombositopenia.  Pemeriksaan sitologi discharge nasal menunjukkan adanya bakteri berbentuk coccus, infiltrasi monosit, neutrofil, dan eritrosit dalam jumlah banyak.  Identifikasi dan isolasi bakteri dari swab nasal menunjukkan adanya pertumbuhan bakteri Staphylococcus sp. dan Klebsiella sp.. Pemeriksaan radiografi terlihat adanya bronchial pattern yang mengindikasikan peradangan pada bronkus.  Kucing kasus didiagnosis mengalami rinitis kronis disertai bronkitis akibat infeksi bakteri dan ditangani dengan pemberian antibiotik doxycycline dan antiinflamasi methylprednisolone dua kali sehari, serta pemberian pakan khusus pemulihan dan multivitamin, penjemuran di bawah sinar matahari, penguapan, dan pembersihan leleran hidung.  Kucing kasus menunjukkan kesembuhan secara klinis yang ditandai dengan tidak adanya leleran pada hidung, batuk, bersin, maupun suara crackles pada paru-paru di hari ke-14 pascaterapi.
SIMPULAN: Pengobatan rinitis kronis disertai bronkitis akibat bakteri dengan pemberian doxycycline, methtlprednisolone, pakan khusus pemulihan, multivitamin, serta manajemen pemeliharaan yang baik selama 14 hari menunjukkan keberhasilan.

Downloads

Published

2025-01-31

Issue

Section

Case Report