Hubungan Fanatisme Kelompok dengan Perilaku Agresi pada Anggota Organisasi Kemasyarakatan

Penulis

  • Ida Bagus Raden Raditya Manuaba Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana Penulis
  • Supriyadi Supriyadi Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana Penulis

DOI:

https://doi.org/10.24843/JPU.2018.v05.i02.p16

Abstrak

Organisasi masyarakat merupakan sebuah lembaga kemasyarakatan yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan dan memiliki tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Fanatisme digambarkan sebagai suatu kepatuhan penuh gairah tanpa syarat, antusiasme yang berlebihan terhadap suatu hal tertentu, keras kepala, tanpa pandang bulu atau menggunakan cara-cara dengan kekerasan, fanatisme juga ditandai dengan adanya pemikiran dogmatis, tidak memiliki toleransi terhadap perbedaan dan keinginan untuk memaksakan pandangan secara sepihak, rasa harga diri meningkat dan merasa berkuasa, sehingga mendorong terjadinya perilaku agresi. Banyak organisasi masyarakat yang tumbuh dan berkembang di Bali dengan berbagai latar belakang pemikiran yang berbeda-beda. Fakta di lapangan sering menimbulkan berbagai macam gesekan. Akhir-akhir ini terjadi beberapa kasus kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah anggota organisasi kemasyarakatan di Bali sehingga menimbulkan keresahan-keresahan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fanatisme kelompok dengan perilaku agresi. Dalam penelitian ini tidak menggunakan seluruh anggota populasi. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah anggota organisasi kemasyarakatan Laskar Bali Koordinator lapangan Alas Kedaton yang berusia 18 hingga 55 tahun serta minimal sudah menjadi anggota selama satu tahun. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 62 orang. Reliabilitas skala fanatisme kelompok adalah 0.839 dan reliabilitas skala perilaku agresi adalah 0.917. Metode analisis yang digunakan adalah analisis korelasi Spearman, kerena dari uji Kolmogorov-Smirnov sebaran data tidak menunnjukkan distribusi normal. Hasil uji korelasi dalam penelitian ini adalah 0,356 p>0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara fanatisme kelompok dengan perilaku agresi pada anggota organisasi kemasyarakatan Laskar Bali koordinator lapangan Alas Kedaton.

 

 

 

Kata kunci: Fanatisme kelompok, Perilaku agresi, Anggota organisasi kemasyarakatan

Unduhan

Diterbitkan

2018-10-30

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Hubungan Fanatisme Kelompok dengan Perilaku Agresi pada Anggota Organisasi Kemasyarakatan. (2018). Jurnal Psikologi Udayana, 5(2). https://doi.org/10.24843/JPU.2018.v05.i02.p16