DINAMIKA PENERIMAAN DIRI PADA REMAJA BROKEN HOME DI BALI
DOI:
https://doi.org/10.24843/Abstract
Penerimaan diri merupakan kesadaran dan kemauan individu untuk hidup dengan kekurangan dan kelebihan dalam dirinya. Pada remaja broken home penerimaan diri menjadi hal penting yang harus dimiliki agar remaja mampu menyesuaikan diri dengan realitas yang dihadapi, sehingga dapat menumbuhkan toleransi terhadap peristiwa-peristiwa menyakitkan terkait konflik yang terjadi dalam keluarga. Berbeda dengan remaja pada umumnya, remaja broken home di Bali memiliki permasalahan yang lebih kompleks mengingat remaja Bali tumbuh dalam lingkungan sosial yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat, salah satunya adalah sistem kekerabatan patrilineal. Sistem kekerabatan patrilineal ini menuntut remaja broken home di Bali untuk menyesuaikan diri dengan pihak keluarga purusa (keluarga ayah) agar dapat meneruskan keturunan keluarga, walaupun remaja tidak memiliki kedekatan dengan pihak keluarga purusa. Merujuk dari permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melihat dinamika penerimaan diri pada remaja broken home di Bali.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif tipe fenomenologi dengan responden sejumlah lima remaja Bali yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara individu, wawancara kelompok, dan observasi dengan guideline yang mengacu pada teori penerimaan diri Kubler Ross yang terdiri dari lima tahap yaitu denial, anger, bargaining, depression, dan acceptance. Adapun hasil dari penelitian ini, diantaranya: pertama adalah penerimaan diri remaja broken home di Bali dominan dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yaitu keluarga dan sosial, kedua adalah wujud setiap tahap penerimaan diri berbeda pada setiap fase perkembangan, pada fase anak-anak wujud penerimaan diri dominan berbentuk emosi, pada fase remaja awal wujud penerimaan diri dominan berbentuk perilaku, dan pada fase remaja akhir wujud penerimaan diri dominan berbentuk pikiran, dan yang ketiga penerimaan diri pada remaja broken home di Bali merupakan proses dinamis dan terdapat perbedaan dinamika penerimaan diri antara responden dengan hak asuh patrilineal dan responden dengan hak asuh mandiri.
Kata kunci: penerimaan diri, broken home, remaja Bali.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Psikologi Udayana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).





