Cinta sebagai Pedang Bermata Dua: Identifikasi Faktor Risiko pada Narapidana Perempuan dalam Tindak Pidana Narkotika
DOI:
https://doi.org/10.24843/JPU.2025.v12.i01.p05Abstract
Pada umumnya relasi romantis dan kasih sayang menjadi faktor protektif yang mendukung kesejahteraan psikologis
perempuan. Namun kenyataannya keterikatan emosional sering kali berubah menjadi "pedang bermata dua" yang
menjerumuskan perempuan ke dalam tindak pidana narkotika. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor
risiko pada warga binaan perempuan yang terlibat narkoba akibat pengaruh relasi interpersonal. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan terdiri dari dua warga binaan perempuan
dengan kasus narkotika dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik analisis
tematik untuk menggali dinamika psikologis di balik perilaku penyalahgunaan zat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
faktor risiko utama berasal dari distorsi makna loyalitas dan kerentanan emosional. Pada responden satu, penggunaan
sabu didorong oleh keinginan untuk membangun intimasi dan kesamaan aktivitas dengan pasangannya. Sementara pada
responden dua, penggunaan zat dipicu oleh internalisasi peran gender tradisional sebagai "istri yang baik" yang merasa
harus mengikuti perilaku suami demi menjaga keutuhan rumah tangga dan mencegah perselingkuhan. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa ketergantungan afektif dan ketimpangan relasi kuasa menjadi pemicu utama kriminalitas pada
perempuan. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya program rehabilitasi yang berbasis gender, dengan fokus
pada penguatan kemandirian psikologis, edukasi relasi sehat, serta dekonstruksi peran gender yang maladaptif bagi warga
binaan perempuan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Psikologi Udayana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).





