TUAH KETO DADI NAK LUH BALI: MEMAHAMI RESILIENSI PADA PEREMPUAN YANG MENGALAMI KDRT DAN TINGGAL DI PEDESAAN

Penulis

  • Putu Ayu Meirina Pradnya Paramitha Wedaningtyas Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana Penulis
  • Yohanes Kartika Herdiyanto Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana Penulis

DOI:

https://doi.org/10.24843/JPU.2017.v04.i01.p02

Abstrak

KDRT merupakan permasalahan sosial yang identik dengan perempuan, utamanya pada daerah yang dinaungi budaya patriarki, seperti Bali salah satunya. Melalui penerapan konsep purusa-pradana, para perempuan dituntut untuk mampu mempertahankan eksistensinya dalam keluarga sebagaimanapun menekannya suatu keadaan, tidak terkecuali pada kasus KDRT. Perempuan masih ditabukan untuk bercerai ,. Individu yang demikian, dapat diistilahkan sebagai individu yang resilien. Resiliensi merupakan suatu proses aktif untuk mampu memutuskan bangkit, menghadapi, mampu memperkuat diri dan tetap melaksanakan perubahan sehubungan dengan cobaan yang sedang dialaminya (Grotberg dalam Dewi, Djoenaina, & Melisa., 2004). Pada penelitian yang melibatkan satu orang perempuan sebagai responden, didapatkan bahwa resiliensi pada Perempuan Bali terbentuk dari adanya nilai-nilai keyakinan pada dirinya yang mendorong individu untuk bersedia belajar dan beradaptasi selama menjalani kehidupan berumah tangga.

 

Kata Kunci: KDRT, Perempuan Bali, Resiliensi

Unduhan

Diterbitkan

2017-04-01

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

TUAH KETO DADI NAK LUH BALI: MEMAHAMI RESILIENSI PADA PEREMPUAN YANG MENGALAMI KDRT DAN TINGGAL DI PEDESAAN. (2017). Jurnal Psikologi Udayana, 4(1). https://doi.org/10.24843/JPU.2017.v04.i01.p02