PENERAPAN INTERVENSI KESEHATAN MENTAL BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL PADA LANSIA: A SCOPING REVIEW
DOI:
https://doi.org/10.24843/JPU.2026.v13.i01.p04Abstrak
Lansia merupakan kelompok rentan yang menghadapi tantangan kesehatan mental yang signifikan, sementara akses terhadap layanan konvensional sering terhambat oleh stigma, jarak geografis, dan kurangnya tenaga ahli. Teknologi digital menawarkan solusi alternatif yang potensial, namun bukti mengenai penerapan, efektivitas, dan faktor penentu keberhasilannya pada populasi lansia masih terfragmentasi. Scoping review ini bertujuan untuk memetakan bukti empiris terkini mengenai bentuk, efektivitas, dan faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi intervensi kesehatan mental berbasis teknologi digital pada lansia. Kajian ini mengikuti kerangka metodologis Arksey & O'Malley (2005) dengan pelaporan sesuai PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan di database Scopus dan PubMed untuk publikasi tahun 2025 menggunakan kombinasi kata kunci terkait lansia, intervensi digital, dan kesehatan mental. Kriteria inklusi meliputi studi empiris pada lansia ≥60 tahun dengan intervensi utama berbasis teknologi di setting komunitas atau rumah. Dari 243 catatan yang diidentifikasi, 4 studi memenuhi kriteria inklusi. Studi-studi tersebut meliputi intervensi blended (tatap muka dan digital), konsultasi video terintegrasi, program yoga via telehealth, dan aplikasi kesehatan digital dengan dukungan "Perawat Digital". Hasil menunjukkan bahwa intervensi digital, terutama yang bersifat blended atau didukung pendampingan manusia, dapat diterima dengan baik dan menunjukkan potensi efektivitas dalam mengubah perilaku kesehatan serta meningkatkan kesejahteraan psikososial. Faktor kunci keberhasilan meliputi desain antarmuka yang sesuai usia (age-friendly), dukungan teknis aktif, dan integrasi dengan layanan kesehatan primer. Namun, bukti mengenai efektivitas klinis jangka panjang masih terbatas. Dapat disimpulkan bahwa intervensi kesehatan mental berbasis teknologi digital layak dan berpotensi efektif untuk lansia, dengan keberhasilan yang sangat bergantung pada faktor kontekstual dan implementasi yang mendukung. Diperlukan lebih banyak penelitian dengan desain yang lebih ketat dan sampel yang beragam untuk memperkuat bukti yang ada.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Psikologi Udayana

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).





