Ekspresi Cytokeratin-14 pada Kesembuhan Luka Sayat (Incisi) pada Kulit Kucing yang Diberi Plasma Kaya Trombosit Heterolog Asal Sapi

Authors

  • Mumtaza Firsta Afdelia Program Studi Magister Sains Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala Author
  • Muslim Akmal Laboratorium Histologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala Author
  • Syafruddin Syafruddin Laboratorium Klinik dan Bedah, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala Author
  • Amiruddin Amiruddin Laboratorium Klinik dan Bedah, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala Author
  • Erwin Erwin Laboratorium Klinik dan Bedah, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala Author
  • Etriwati Etriwati Laboratorium Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kualassalam, Syiah Kuala Author

Keywords:

Cytokeratin-14 (CK14), plasma kaya trombosit (PKT), kucing, penyembuhan luka sayat (incisi), re-epitelisasi

Abstract

Plasma kaya trombosit (PKT) merupakan sumber faktor pertumbuhan yang berperan penting dalam mempercepat regenerasi jaringan dan penyembuhan luka melalui stimulasi aktivitas seluler. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian PKT heterolog asal sapi terhadap ketebalan epitel dan ekspresi Cytokeratin-14 (CK14) pada luka sayat (incisi) kulit kucing. Penelitian ini menggunakan enam ekor kucing jantan lokal berusia 1-2 tahun dengan bobot badan 3-4 kg yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan (KI) yang diberi PKT heterolog dan kelompok kontrol (KII) tanpa PKT. Kedua kelompok, luka sayatnya dirawat dengan moist dressing. Plasma kaya trombosit disiapkan secara manual dari darah sapi menggunakan metode double centrifugation dan diberikan sebanyak 0,2 mL secara infiltrasi subkutan pada dasar luka sayat. Luka incisi sepanjang 4 cm dibuat pada area flank dan dijahit menggunakan pola simple interrupted. Perawatan luka dilakukan setiap hari menggunakan moist dressing untuk mempertahankan kelembapan lingkungan luka. Pada hari ke-14 pascabedah, dilakukan biopsi jaringan kulit untuk pemeriksaan histopatologi menggunakan pewarnaan hematoksilin-eosin dan imunohistokimia CK14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan KI (diberi PKT heterolog) memiliki ketebalan epitel yang lebih tinggi (48,10 ± 5,50 µm) dibandingkan perlakuan KII (39,67 ± 0,86 µm), meskipun tidak berbeda signifikan (P>0,05). Ekspresi CK14 pada perlakuan KI (diberi PKT heteroloog) tampak lebih kuat dan merata pada lapisan epidermis, folikel rambut, serta kelenjar kulit dibandingkan perlakuan KII. Temuan ini menunjukkan bahwa PKT heterolog asal sapi  mampu meningkatkan aktivitas proliferasi keratinosit basal, mempercepat re-epitelisasi, serta menghasilkan struktur epidermis yang lebih terorganisasi dan mendekati kondisi jaringan normal. Dengan demikian, dapat disimpulkan PKT heterolog berpotensi sebagai terapi biologis regeneratif yang efektif dalam penyembuhan luka incisi pada kucing.

Downloads

Published

2026-09-30

Issue

Section

Articles

Similar Articles

11-15 of 15

You may also start an advanced similarity search for this article.