Ragam Jenis Pinjal yang Menginfestasi Kucing Peliharaan dan Liar di Babakan, Dramaga, Bogor

Authors

  • Tiara Annisa Putri Program Sarjana Kedokteran Hewan, Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis, IPB University, Jln. Agatis, Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia 16680 Author
  • Supriyono Supriyono Divisi Parasitologi dan Entomologi Kesehatan, IPB University, Jln. Agatis, Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia 16680, Email: supriyono84@apps.ipb.ac.id Author
  • Upik Kusumawati Hadi Divisi Parasitologi dan Entomologi Kesehatan, IPB University, Jln. Agatis, Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia 16680, Author
  • Susi Soviana Divisi Parasitologi dan Entomologi Kesehatan, IPB University, Jln. Agatis, Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia 16680, Author
  • Sus Derthi Widhyari Divisi Penyakit Dalam, Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis, IPB University, Jln. Agatis, Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia 16680, Author

DOI:

https://doi.org/10.19087/

Keywords:

Ctenocephalides felis, C. canis, stray and domestic cats, fleas identification, vector

Abstract

Pinjal merupakan satu di antara jenis ektoparasit yang paling banyak menginfestasi kucing. Keberadaan pinjal bersifat merugikan karena berpotensi menjadi vektor dan inang intermediet dari berbagai agen penyakit menular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ragam jenis pinjal yang menginfestasi kucing (Felis catus) di Babakan, Dramaga, Bogor. Koleksi pinjal dilakukan terhadap 50 ekor kucing, yang terdiri atas 25 ekor kucing liar dan 25 ekor kucing peliharaan. Pengambilan pinjal dilakukan secara manual menggunakan sisir serit, kemudian diidentifikasi secara mikroskopis. Sebanyak 16 ekor dari 50 ekor kucing (32%) terinfestasi oleh pinjal dengan derajat infestasi berkisar dari ringan hingga sedang. Hasil identifikasi menunjukkan keberadaan tiga spesies pinjal, yaitu Ctenocephalides felis, C. canis, Ctenocephalides sp., dan Pulex irritans dengan total kelimpahan nisbi masing-masing sebesar 59,76%, 36,59%, 2,44%, dan 1,22%. Pinjal pada tubuh kucing paling banyak ditemukan pada regio kepala dan leher sedangkan paling sedikit ditemukan pada regio ekor dan kaki dengan spesies paling dominan adalah C. felis. Selain itu, ditemukan sebanyak 114 pupa pinjal di lingkungan sekitar kandang kucing. Lingkungan yang kotor dan kucing yang tidak terawat dengan baik memiliki potensi dalam meningkatkan infestasi pinjal.

Downloads

Published

2026-03-26

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.