Histologi Organ Paru-Paru dan Ginjal Tikus Putih (Rattus norvegicus) Yang Mati Tenggelam Dan Ditenggelamkan Di Air Laut
Kata Kunci:
Forensik, Ginjal, Histologi, Paru-Paru, TenggelamAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan histologi pada organ paru-paru dan ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) yang mengalami kematian akibat tenggelam dan ditenggelamkan di air laut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengamatan mikroskopis dengan pewarnaan hematoxylin-eosin pada jaringan pau-paru dan ginjal. Parameter yang diidentifikasi meliputi edema alveolar, infiltrasi sel radang, dan pendarahan pembuluh darah pada paru-paru, serta nekrosis tubulus dan kongesti glomerulus pada ginjal. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada parameter histologis paru-paru dan ginjal antar kelompok perlakuan dan waktu postmortem. Pendarahan pembuluh pada paru-paru menunjukkan perbedaan bermakna secara statistik (p = 0,009). Kelompok tikus putih yang ditenggelamkan (P1) menunjukkan perubahan patologis pada jaringan paru-paru dan ginjal yang lebih cepat dibandingkan kelompok tikus putih yang tenggelam (P2). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terjadi perubahan histologi berupa edema alveolar, infiltrasi sel radang, dan pendarahan pembuluh darah pada organ paru-paru sedangkan pada ginjal terjadi perubahan histologi berupa kongesti glomerulus dan nekrosis tubulus sehingga hasil ini berpotensi memberikan informasi penting dalam menentukan penyebab kematian akibat tenggelam dan ditenggelamkan serta mendukung perkembangan ilmu forensik.







