Perakitan Varietas Baru Melalui Radiasi Sinar Gamma untuk Perbaikan Standar Mutu Nutrisi Hijauan Leersia hexandra
Keywords:
irradiation, forage, Leersia hexandra, protein, crude fiber, (irradiasi, hijauan, Leersia hexandra, protein, serat kasar)Abstract
The quality standards for the nutritional value of forage for livestock can be increased in various ways, one of the efforts to increase the quality standards for the nutritional value of forage for livestock is through plant breeding. Leersia hexandra forage is a plant that grows widely in swamp areas. This plant has been widely used as forage for ruminant livestock. The application of modern technology is needed to improve
the nutritional quality standards of Leersia hexandra plants. Modern technology in plant breeding can be implemented through mutation induction. This research aims to determine the effect of gamma ray irradiation on stolons on the protein and crude fiber content of Leersia hexandra forage. The research material used in this study was a 1-node stolon with a length of 10 cm. The irradiation doses used were 0 Gray
(control), 25 Gray, 50 Gray, and 100 Gray. The research results showed that the highest protein content of Leersia hexandra forage was obtained from an irradiation dose of 25 Gray, while the lowest crude fiber content was obtained from an irradiation dose of 75 Gray.
ABSTRAK
Standar mutu nilai nutrisi hijauan pakan ternak dapat ditingkatkan melalui berbagai cara, salah satu usaha untuk meningkatkan standar mutu nilai nutrisi hijauan pakan ternak yaitu dengan pemuliaan tanaman. Hijauan pakan ternak Leersia hexandra merupakan tanaman yang banyak tumbuh di daerah rawa. Tanaman ini telah banyak dimanfaatkan sebagai hijauan pakan ternak ruminansia. Penerapan teknologi modern diperlukan untuk memperbaiki standar mutu kualitas nutrisi tanaman Leersia hexandra. Teknologi modern dalam pemuliaan tanaman dapat dilaksanakan melalui induksi mutasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iradiasi sinar gamma pada stolon terhadap kandungan nilai protein dan serat kasar hijauan Leersia hexandra. Bahan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah stolon 1 nodus dengan panjang 10 cm. Dosis iradiasi yang digunakan adalah 0 Gray (kontrol), 25 Gray, 50 Gray, dan 100 Gray. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar nilai protein hijauan Leersia hexandra tertinggi didapatkan dari dosis iradiasi 25 Gray, sedangkan kandungan serat kasar terendah dengan pemberian dosis iradiasi 75 Gray.