ANALISIS INKONSISTENSI PEKERJA DALAM PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DENGAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR PENGADILAN NEGERI WAINGAPU
DOI:
https://doi.org/10.24843/Kata Kunci:
alat pelindung diri, importance performance analysis, inkonsistensi, keselamatan dan kesehatan kerja, konstruksiAbstrak
Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) adalah salah satu langkah untuk melindungi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam proyek konstruksi. Namun, dalam pelaksanaannya ditemukan inkonsistensi pekerja dalam menggunakan APD. Penelitian bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor berkontribusi terhadap inkonsistensi penggunaan APD serta menentukan prioritas perbaikan berdasarkan tingkat kepentingan dan kinerja menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Penelitian dilakukan pada Proyek Pembangunan Gedung Kantor Pengadilan Negeri Waingapu dengan jumlah responden 70 pekerja. Pengolahan data menggunakan IBM SPSS Statistics dan didukung dengan wawancara expert judgment. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor mempengaruhi inkonsistensi penggunaan APD meliputi aspek internal dan eksternal, yaitu pengetahuan pekerja, kenyamanan APD, kedisiplinan, pengalaman kerja, dukungan sosial, ketersediaan APD, ketersediaan informasi, penerapan aturan, budaya keselamatan kerja, tekanan waktu dan target pelaksanaan. Berdasarkan analisis IPA dengan batas nilai didapatkan yaitu nilai importance > 4,04 dan performance < 3,18, diperoleh beberapa indikator yang masuk dalam Kuadran I (prioritas utama), yaitu pengaruh melihat kecelakaan, kemauan sendiri dalam menggunakan APD, pengawasan rutin, kondisi APD yang tidak digunakan meskipun tersedia, sosialisasi aturan, serta penggunaan APD sebagai suatu kebiasaan. Berdasarkan hasil analisis dan wawancara, rekomendasi perbaikan difokuskan pada perubahan perilaku pekerja dan peningkatan sistem pengelolaan keselamatan kerja, antara lain melalui penyampaian pengingat visual kejadian kecelakaan secara berkelanjutan, penerapan sistem pekerja teladan dan pemberian insentif, peningkatan efektivitas pengawasan melalui inspeksi acak, penyesuaian jenis dan kualitas APD yang lebih ergonomis, pelaksanaan sosialisasi yang interaktif dan berkelanjutan, penerapan aturan kerja yang tegas untuk membentuk budaya keselamatan kerja.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Putu Ira Pramesti Wiraningsih, Dewa Ketut Sudarsana, Evantris Yohana Djoh (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.