POTONGAN KOMERSIAL KARKAS ITIK BALI YANG DIBERI JUS DAUN KELOR TERFERMENTASI BAKTERI PROBIOTIK SELULOLITIK MELALUI AIR MINUM

Penulis

  • B. A. R. Singgih PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali Penulis
  • G. A. M. K. Dewi PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali Penulis
  • A. A. Oka PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali Penulis

Kata Kunci:

Moringa leaves fermented by cellulolytic probiotic bacteria, Bali duck, carcass., (Daun kelor terfermentasi bakteri probiotik selulolitik, itik bali, karkas)

Abstrak

The need for Balinese duck meat continues to increase, but is still hampered by the low level of productivity of Balinese ducks as meat producers in terms of quality and quantity. This study aims to determine commercial cuts of Bali duck carcasses that were given moringa leaf juice fermented by cellulolytic probiotic bacteria through drinking water. This research was carried out at the Sesetan farm, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University, located on Jln. Raya Sesetan Gang Markisa, Denpasar, lasts for 8 weeks. The research used a completely randomized design (CRD) with four treatments and four replications and each treatment unit contained 3 individuals, so that 48 male Bali ducks were used. The treatments given were: Drinking water without giving Moringa leaf juice fermented by cellulolytic probiotic bacteria (A); Drinking water with administration of Moringa leaf juice fermented by cellulolytic probiotic bacteria 2.5% (B); Drinking water with Moringa leaf juice fermented by cellulolytic probiotic bacteria 5 (C); Drinking water with Moringa leaf juice fermented by cellulolytic probiotic bacteria 7.5% (D). The variables observed were the percentage of upper thighs, lower thighs, wings, chest and back. The results showed that the percentage of upper thighs, lower thighs, wings, chest and back decreased. Based on the results of this study, it can be concluded that giving Moringa leaf juice fermented by cellulolytic probiotic bacteria through drinking water at a level of 2.5 - 7.5% has not been able to increase the percentage of upper thighs, lower thighs, wings, thighs and backs of Bali ducks.

ABSTRAK

Kebutuhan terhadap daging itik bali terus meningkat, namun masih terkendala oleh rendahnya tingkat produktivitas itik bali sebagai penghasil daging secara kualitas dan kuantitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potongan komersial karkas itik bali yang diberi jus daun kelor terfermentasi bakteri probiotik selulolitik melalui air minum. Penelitian ini dilaksanakan di farm Sesetan Fakultas Peternakan Universitas Udayana yang berlokasi di Jln. Raya Sesetan Gang Markisa, Denpasar, berlangsung selama 8 minggu. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan serta setiap unit perlakuan diisi 3 ekor, sehingga itik bali jantan yang digunakan sebanyak 48 ekor. Perlakuan yang diberian yaitu : Air minum tanpa pemberian jus daun kelor terfermentasi bakteri probiotik selulolitik (A); Air minum dengan pemberian jus daun kelor terfermentasi bakteri probiotik selulolitik 2,5% (B); Air minum dengan pemberian jus daun kelor terfermentasi bakteri probiotik selulolitik 5 (C); Air minum dengan pemberian jus daun kelor terfermentasi bakteri probiotik selulolitik 7,5% (D). Variabel yang diamati adalah persentase paha atas, paha bawah, sayap, dada, dan punggung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase paha atas, paha bawah, sayap, dada, dan punggung mengalami penurunan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian jus daun kelor terfermentasi bakteri probiotik selulolitik melalui air minum pada level 2,5 – 7,5% belum mampu meningkatkan persentase paha atas, paha bawah, sayap, paha, punggung itik bali.

 

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • B. A. R. Singgih, PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

    PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

  • G. A. M. K. Dewi, PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

    PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

  • A. A. Oka, PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

    PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

Diterbitkan

2025-10-17