PERTUMBUHAN GENERATIF Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha YANG DITANAM PADA JENIS TANAH DAN TINGKAT NAUNGAN BERBEDA

Penulis

  • Astiko W. J. PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali Penulis
  • N. N. C. Kusumawati PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali Penulis
  • N. M. Witariadi PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali Penulis

Kata Kunci:

Asystasia gangetica, soil type, shade level, generative growth, (Asystasia gangetica, jenis tanah, tingkat naungan, pertumbuhan generatif)

Abstrak

This study aims to evaluate the interaction and influence of soil types and shade levels on the generative growth of Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha. The research was conducted in Sading Village, Mengwi District, Badung Regency, from February to April 2023, using a randomized complete block design (RCBD) with a split-plot pattern and two factors. The first factor is the soil type, which includes Mediterranean Soil (TM), Latosol Soil (TL), and Regosol Soil (TR), while the second factor is the shade level, consisting of 20% shade (N1), 40% shade (N2), and 60% shade (N3). The variables observed in this study include the number of inflorescences, flowers, pods, seeds, and seed weight. The results of the study show that there was no significant interaction between soil types and shade levels on the generative growth of Asystasia gangetica. The soil treatment significantly affected the number of pods, while the shade treatment influenced the number of inflorescences, flowers, pods, and seeds. Shade levels of 20%-40% provided the best results for generative growth, while 60% shade was more suitable for forage development.

ABSTRAK

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi interaksi serta pengaruh jenis tanah dan tingkat naungan terhadap pertumbuhan generatif Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, pada periode Februari hingga April 2023, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola split-plot dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis tanah yang meliputi Tanah Mediteran (TM), Tanah Latosol (TL), dan Tanah Regosol (TR), sedangkan faktor kedua adalah tingkat naungan, yang terdiri dari Naungan 20% (N1), 40% (N2), dan 60% (N3). Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi jumlah inflorescence, jumlah bunga, jumlah polong, jumlah biji, dan berat biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang signifikan antara jenis tanah dan tingkat naungan terhadap pertumbuhan generatif Asystasia gangetica. Perlakuan jenis tanah berpengaruh signifikan terhadap jumlah polong, sementara perlakuan tingkat naungan berpengaruh terhadap jumlah inflorescence, bunga, polong, dan biji. Tingkat naungan 20%-40% memberikan hasil terbaik untuk pertumbuhan generatif, sementara naungan 60% lebih cocok untuk pengembangan hijauan pakan.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Astiko W. J., PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

    PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

  • N. N. C. Kusumawati, PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

    PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

  • N. M. Witariadi, PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

    PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

Diterbitkan

2025-02-28