SUBSTITUSI RANSUM KOMERSIAL DENGAN TEPUNG CANGKANG KERANG DAN MINYAK IKAN TERHADAP ORGANOLEPTIK DAGING BROILER

Penulis

  • A. M. Pamungkas PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali Penulis
  • I P. A. Astawa PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali Penulis
  • A. A. Oka PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali Penulis

Kata Kunci:

alternative ration, broiler chicken, clam shell flour, fish oil, organoleptic, (broiler, minyak ikan, organoleptik, substitusi, tepung cangkang kerang)

Abstrak

This study aimed to evaluete the effect of substituting commercial rations with clam shell flour and fish oil on the organoleptic quality of broiler meat. The study used 64 day-old broiler chicks divided into 4 treatments and 4 replications in a Completely Randomized Design (CRD). The treatments were: P0 (control), P1 (1% clam shell flour + 0.5% fish oil), P2 (1% clam shell flour + 1% fish oil), and P3 (1% clam shell flour + 1.5% fish oil). The observed variables included color, aroma, texture, taste, and overall acceptance through organoleptic testing. Results showed that treatment P3 tended to yield the highest average scores for color (3.71), texture (3.76), taste (3.43), and overall acceptance (3.48), while the highest aroma score was found in P0 (3.35). Although no significant differences (P>0.05) were observed among treatments, the overall scores were within the moderately preferred category. The study concluded that the addition of 1% clam shell flour and up to 1.5% fish oil in the ration does not reduce the organoleptic quality of broiler meat.

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh substitusi ransum komersial dengan tepung cangkang kerang dan minyak ikan terhadap organoleptik daging broiler. Materi yang digunakan terdiri dari 64 ekor ayam broiler umur sehari yang dibagi ke dalam 4 perlakuan dan 4 ulangan (RAL). Perlakuan meliputi: P0 (kontrol), P1 (1% tepung cangkang kerang + 0,5% minyak ikan), P2 (1% tepung cangkang kerang + 1% minyak ikan), dan P3 (1% tepung cangkang kerang + 1,5% minyak ikan). Variabel yang diamati meliputi warna, aroma, tekstur, cita rasa, dan penerimaan keseluruhan secara organoleptik. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan P3 cenderung menghasilkan nilai rata-rata tertinggi pada warna (3,71), tekstur (3,76), cita rasa (3,43), dan penerimaan keseluruhan (3,48), sedangkan aroma tertinggi diperoleh pada P0 (3,35). Meskipun tidak terdapat perbedaan yang nyata (P>0,05) antar perlakuan, skor keseluruhan berada dalam kategori cukup disukai panelis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan 1% tepung cangkang kerang hingga 1,5% minyak ikan dalam ransum tidak menurunkan kualitas organoleptik daging broiler.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • A. M. Pamungkas, PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

    PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

  • I P. A. Astawa, PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

    PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

  • A. A. Oka, PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

    PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

Diterbitkan

2025-10-20