PENGARUH TINGKAT NAUNGAN TERHADAP HASIL ASOSIASI Pennisetum purpureum cv. Mott DAN Clitoria ternatea PADA PEMOTONGAN KEDUA
Kata Kunci:
Shading levels, Pennisetum purpureum cv. Mott, Clitoria ternatea, forage yield, second cutting, (Tingkat naungan, Pennisetum purpureum cv. Mott, Clitoria ternatea, hasil asosiasi, hijauan pakan)Abstrak
Forage crops are a vital factor in the growth and productivity of ruminants, with the
majority of feed derived from grasses and legumes. This study aims to determine the effect of
shade levels on the yield of the association between dwarf elephant grass (Pennisetum
purpureum cv. Mott) and butterfly pea (Clitoria ternatea) at the second cutting as a forage source. The research was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with four
shade level treatments: 0% shade, 20% shade, 40% shade, and 60% shade, with seven
replications for each treatment. The observed variables included: dry weight (leaf, stem, root,
and total forage), leaf-to-stem dry weight ratio, and total forage-to-root dry weight ratio. The
results showed that increasing shade levels significantly decreased dry weight (leaf, stem, root,
and total forage). The 0% shade treatment produced the best results across all observed
variables. It can be concluded that higher shade levels reduce the yield of the Pennisetum
purpureum cv. Mott and Clitoria ternatea association, with shade levels of 0% to 20%
providing the best results at the second cutting.
ABSTRAK
Tanaman pakan merupakan faktor penting dalam pertumbuhan dan produktivitas ternak
ruminansia, dimana sebagian besar pakan berasal dari rumput dan leguminosa. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat naungan terhadap hasil asosiasi antara rumput
gajah kate (Pennisetum purpureum cv. Mott) dan kembang telang (Clitoria ternatea) pada
pemotongan kedua sebagai sumber hijauan pakan ternak. Penelitian dilakukan menggunakan
rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan tingkat naungan, yaitu: naungan 0%, naungan
20%, naungan 40%, dan naungan 60%, serta tujuh ulangan tiap perlakuan. Variabel yang
diamati, meliputi: berat kering (daun, batang, akar, total hijauan), nisbah berat kering daun
dengan berat kering batang, dan nisbah berat kering total hijauan dengan berat kering akar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tingkat naungan secara signifikan
menurunkan berat kering (daun, batang, akar, dan total hijauan). Perlakuan tingkat naungan 0%
memberikan hasil terbaik pada semua variabel yang diamati. Dapat disimpulkan bahwa tingkat
naungan semakin tinggi menurunkan hasil asosiasi Pennisetum purpureum cv. Mott dan
Clitoria ternatea, dan tingkat naungan 0% sampai 20% memberikan hasil terbaik pada
pemotongan kedua.