PERFORMA REPRODUKSI BABI LOKAL DI KECAMATAN NDOSO, KABUPATEN MANGGARAI BARAT, NUSA TENGGARA TIMUR

Penulis

  • M.C.C. Suwardi PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali Penulis
  • N.L.G. Sumardani PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali Penulis
  • I.G.N. Kayana PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali Penulis

Kata Kunci:

Reproductive performance, local pigs, litter size, estrus postweaning, reproductive management, (Performa reproduksi, babi lokal, litter size, estrus postweaning, manajemen reproduksi)

Abstrak

Reproductive performance plays an important role in determining the productivity and efficiency of sow production. This study aimed to evaluate the reproductive performance of local pigs in Ndoso District, West Manggarai Regency, East Nusa Tenggara. A total of 90 local sows aged 2–4 years were selected using a purposive sampling method from three villages, namely Tentang, Waning, and Sirimese (30 sows per village). The study employed a survey method using both primary and secondary data. The observed variables included gestation length, litter size, weaning age, post-weaning estrus, post-partum estrus, and re-mating interval after farrowing. The results showed that gestation length, litter size, weaning age, post-partum estrus, and re-mating interval did not differ significantly among villages (P > 0.05). The average gestation length ranged from 114.17 to 114.20 days, litter size ranged from 10.10 to 11.00 piglets, weaning age ranged from 32.93 to 33.62 days, post-partum estrus ranged from 36.07 to 37.50 days, and days open ranged from 58.50 to 61.30 days. However, post-weaning estrus differed significantly (P < 0.05), with values ranging from 3.70 to 4.03 days. In conclusion, the reproductive performance of local sows in Ndoso District was considered good and met the minimum reproductive performance standards.

ABSTRAK

Performa reproduksi memegang peranan penting dalam menentukan produktivitas dan efisiensi ternak babi induk. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa reproduksi babi lokal di Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 90 ekor induk babi lokal berumur 2–4 tahun dipilih menggunakan metode purposive sampling dari tiga desa, yaitu Desa Tentang, Desa Waning, dan Desa Sirimese (masing-masing 30 ekor). Penelitian ini menggunakan metode survei dengan data primer dan sekunder. Variabel yang diamati meliputi lama kebuntingan, litter size, umur sapih, estrus postweaning, estrus postpartus, dan interval kawin kembali setelah melahirkan (days open). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama kebuntingan, litter size, umur sapih, estrus postpartus, dan interval kawin kembali tidak berbeda nyata (P > 0,05) antar desa. Rataan lama kebuntingan berkisar antara 114,17–114,20 hari, litter size 10,10–11,00 ekor, umur sapih 32,93–33,62 hari, estrus postpartus 36,07–37,50 hari, dan interval kawin kembali 58,50–61,30 hari. Sementara itu, estrus postweaning menunjukkan perbedaan nyata (P < 0,05) dengan rataan 3,70–4,03 hari. Disimpulkan bahwa performa reproduksi babi lokal di Kecamatan Ndoso tergolong baik dan telah memenuhi standar minimal reproduksi.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • M.C.C. Suwardi, PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

    PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

  • N.L.G. Sumardani, PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

    PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

  • I.G.N. Kayana, PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

    PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

Diterbitkan

2026-02-26