KUALITAS ORGANOLEPTIK DAGING ITIK BALI JANTAN YANG DIBERI EKSTRAK AIR DAUN Asystasia gangetica (L) subsp. Micrantha MELALUI AIR MINUM

Penulis

  • G. B. B. S. Adinata PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali Penulis
  • N. L. P. Sriyani PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali Penulis
  • E. Puspani PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali Penulis

Kata Kunci:

Asystasia gangetica, water extract, Bali ducks, organoleptic quality, hedonic test, (Asystasia gangetica, ekstrak air, itik Bali jantan, kualitas organoleptik, uji hedonik)

Abstrak

Meat from Bali ducks has potential as a source of animal protein, but its organoleptic quality is often less favorable, particularly due to darker meat color, pronounced off-odor, and less acceptable flavor. Asystasia gangetica leaves contain bioactive and antioxidant compounds that may improve meat quality when administered as a water extract in drinking water. The study aims to examine the effect of various scales of Asystasia gangetica leaf water on the organoleptic quality of male Balinese duck meat. A trial of up to 8 weeks in Tabanan Regency duck farm Through Completely Randomized Series (RUPS) of some actions: P0 (0% extract), P1 (2% extract), P2 (4% extract), and P3 (6% extract) which were repeated 5 times on 3 ducks (a total of 60 ducks). Variables of taste, color, odor, tenderness, texture and overall acceptance of breast meat will be tested, through a 5-point level by 25 semi-trained panelists. The report was analyzed with Kruskal–Wallis followed by Mann–Whitney U test. The resulting Asystasia gangetica leaf water extraction contributed (P<0.05) to odor, color and overall acceptance, taste, texture and tenderness of Balinese duck meat. Treatment P2 (4% extract) obtained the best results for dominant organoleptic properties. It is assumed that supplementation of 4% Asystasia gangetica leaf water extract can support the organoleptic quality of Balinese duck meat based on panelist reviews.

ABSTRAK

Daging itik Bali jantan berpotensi sebagai sumber protein hewani, namun masih memiliki kelemahan pada kualitas organoleptik, terutama warna yang cenderung gelap, aroma amis, dan citarasa yang kurang disukai. Daun Asystasia gangetica (ara sungsang) mengandung senyawa bioaktif dan antioksidan yang berpeluang dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas daging melalui pemberian ekstrak air dalam air minum. Tujuan riset ini untuk memahami pengaruh diberikanya ekstrak air daun Asystasia gangetica dengan perbedaan level dalam air minum pada kualitas organoleptik daging itik Bali jantan. Riset ini diselenggarakan dengan berdurasi 8 minggu di kandang milik peternak di Kabupaten Tabanan dengan mengandalkan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan, seperti P0 (0% ekstrak), P1 (2% ekstrak), P2 (4% ekstrak), dan P3 (6% ekstrak) dalam air minum, masing-masing dengan lima ulangan dan tiga ekor itik per ulangan (total 60 ekor). Sebagian variabel yang diuji yaitu citarasa, keempukan, warna, aroma, tekstur serta penerimaan keseluruhan daging dada melalui uji hedonik skala 1–5 menggunakan 25 panelis semi-terlatih. Datanya dianalisa melalui pengujian Kruskal–Wallis dan dilanjutkan uji Mann–Whitney. Hasil riset membuktikan jika pemberian ekstrak air daun Asystasia gangetica melalui air minum berkontribusi nyata (P<0,05) pada warna, aroma, dan penerimaan keseluruhan, citarasa, tekstur dan keempukan daging itik Bali jantan. Perlakuan P2 (4% ekstrak) menghasilkan skor tertinggi pada sebagian besar variabel organoleptik. Disimpulkan jika pemberian ekstrak air daun Asystasia gangetica dalam air minum hingga level sekitar 4% bisa menambah kualitas organoleptik daging itik Bali jantan berdasarkan penilaian panelis.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • G. B. B. S. Adinata, PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

    PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

  • N. L. P. Sriyani, PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

    PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

  • E. Puspani, PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

    PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

Diterbitkan

2026-04-27