REDEFINISI DIPLOMASI PERDAMAIAN: PARTISIPASI STRATEGIS INDONESIA DALAM BOARD OF PEACE DAN UPAYA STABILISASI GAZA

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.24843/JIWSP.2026.v08.i01.p06

Kata Kunci:

Kebijakan Luar Negeri Indonesia, Dewan Perdamaian, Gaza, Kekuatan Menengah, Identitas Islam

Abstrak

Arsitektur kontemporer diplomasi perdamaian global sedang mengalami transformasi mendalam yang didorong oleh fragmentasi tatanan pascaPerang Dingin dan kebangkitan kekuatan menengah (middle powers). Penelitian ini mengkaji pergeseran strategis Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto, yang ditandai dengan keputusan monumental pada tahun 2026 untuk bergabung dengan Board of Peace (BoP) pimpinan AS dan menawarkan 20.000 pasukan untuk stabilisasi Gaza. Menggunakan kerangka tripartit Realisme Neoklasik, Konstruktivisme Sosial, dan Teori Peran Kekuatan Menengah, studi ini menginterogasi bagaimana Jakarta merekonsiliasi poros pragmatis
ini dengan doktrin "bebas-aktif". Temuan menunjukkan bahwa meskipun tawaran pasukan berfungsi sebagai diplomasi hard-power simbolis, partisipasi dalam BoP adalah kalkulasi realis yang terkait dengan insentif ekonomi seperti pengurangan tarif dan aksesi OECD. Negara berhasil memitigasi resistensi domestik dengan mengooptasi lembaga-lembaga keislaman untuk menarasikan ulang manuver tersebut sebagai sebuah keniscayaan moral.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-13