FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT EFEKTIVITAS KOMUNIKASI KONSELOR YAYASAN BALI PEDULI DENGAN LSL DALAM KTHIV
DOI:
https://doi.org/10.24843/JIWSP.2026.v08.i01.p05Keywords:
Communication Effectiveness, Counselor, Interpersonal Communication, Men who have Sex with Men, Voluntary Counselling and TestingAbstract
Laki-laki yang Berhubungan Seks dengan Laki-laki (LSL) merupakan salah satu populasi kunci dengan risiko tinggi terhadap penularan HIV dan IMS. Namun, kesediaan LSL untuk mengakses layanan konseling dan tes HIV masih menjadi tantangan, terutama akibat stigma dan diskriminasi yang mereka hadapi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas komunikasi antarpribadi antara konselor Yayasan Bali Peduli dengan LSL dalam proses konseling. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan melibatkan lima informan yang dipilih secara purposive berdasarkan kesesuaian dengan fokus penelitian, yaitu individu yang terlibat langsung dalam proses konseling pada kalangan LSL. Analisis penelitian mengacu pada konsep komunikasi antarpribadi DeVito. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas komunikasi dipengaruhi oleh factor pendukung dan penghambat, yang meliputi keterbukaan, empati, sikap positif, sikap mendukung, dan kesetaraan dalam interaksi konseling. Temuan ini memberikan kontribusi dalam penguatan strategi komunikasi konseling berbasis pendekatan antarpribadi serta menjadi rujukan praktis bagi lembaga layanan HIV/AIDS dalam meningkatkan kualitas interaksi dan kepercayaan klien LSL terhadap layanan yang diberikan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ni Kadek Restu Tresnawati, Ni Nyoman Dewi Pascarani, Ade Devia Pradipta, Calvin Damasemil (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


