DAMAI ITU INDAH DAN PERPETUAL PEACE DI ACEH
DOI:
https://doi.org/10.24843/JIWSP.2026.v08.i01.p01Kata Kunci:
Damai Itu Indah, Aceh, PerdamaianAbstrak
Tulisan ini akan mendiskusikan tentang proses konstruksi pesan Damai itu Indah sebagai bentuk perdamaian abadi dan bagaimana ini disampaikan oleh pemerintah melalui Tentara Nasional Indonesia (TNI) kepada masyarakat di Banda Aceh. Tulisan ini berusaha melihat apa pesan yang ingin disampaikan? apa tujuan pesan ini? apakah ada program aksi yang dilakukan terkait pesan ini? Kemudian, tulisan ini ingin melihat bagaimana masyarakat dan ahli menerima pesan Damai Itu Indah? Kesimpulan sementara tulisan ini bahwa ada proses konstruksi pesan yang terhenti dimana ada pesan yang disampaikan namun tidak diikuti dengan tindakan aksi. Oleh karena itu pesan ini diterima oleh masyarakat dan menimbulkan multitafsir. Adapun metode yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara mendalam dan wawancara informal.Unduhan
Diterbitkan
2026-06-13
Terbitan
Bagian
Articles
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Faradilla Fadlia, Ismar Ramadani, Siti Hardiyanti (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


