Kualitas Organ Hati Sapi Bali (Bos sondaicus) yang Diawetkan dengan Plastinasi Menggunakan Silikon Cair

Authors

  • Made Baruna Yuwana Negara Program Sarjana Pendidikan Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. Sudirman, Sanglah, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234 Author
  • I Nengah Wandia Laboratorium Anatomi dan Embriologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. Sudirman, Sanglah, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234 Author
  • Ni Nyoman Werdi Susari Laboratorium Anatomi dan Embriologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Jl. Sudirman, Sanglah, Denpasar, Bali, Indonesia, 80234 Author

DOI:

https://doi.org/10.24843/imv.2025.v14.i01.p04

Keywords:

kadaver, kualitas spesimen, organ hati sapi bali, plastinasi

Abstract

PENDAHULUAN: Plastinasi merupakan metode pengawetan spesimen kadaver anatomi dengan prinsip mengganti cairan atau lipid yang terkandung di dalam spesimen menggunakan material sintetis, seperti silikon.  Plastinasi dapat digunakan sebagai alternatif pengawetan dengan formalin karena dampak negatif yang ditimbulkan oleh formalin.
TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan warna, bau dan tekstur terhadap spesimen yang diawetkan dengan metode plastinasi.
METODE: Spesimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dua organ hati sapi bali dengan bobot sekitar 2,0-2,5 kg.  Kedua organ hati diplastinasi menggunakan silikon cair RTV-52 (room temperature vulcanized) sebagai material sintetis pada tahap impregnasi.  Tahapan dalam plastinasi meliputi fiksasi, dehidrasi, impregnasi, pembersihan, dan curing.  Tahap fiksasi dilakukan dengan merendam spesimen di dalam formalin 10% selama tujuh hari untuk mencegah autolisis, dilanjutkan dengan dehidrasi menggunakan aseton murni 90% selama dua minggu untuk mengeluarkan cairan dan lipid spesimen, kemudian impregnasi di dalam ruang vakum berisi silikon cair RTV-52 selama dua hari dengan bantuan pompa udara agar silikon cair dapat masuk ke dalam spesimen.  Spesimen kemudian dibersihkan dan diberi katalis bening untuk membantu proses curing atau pengerasan.  Pengamatan pada spesimen dilakukan pada tiap tahapan plastinasi dengan metode pengamatan observasional.
HASIL: Spesimen yang diamati pada tiap tahapan menunjukkan adanya perubahan dari segi warna, bau, dan tekstur.
SIMPULAN: plastinasi dapat menghasilkan spesimen yang berwarna gelap dan kusam, tanpa bau menyengat, tidak mengiritasi dan memiliki tekstur yang lentur.

Downloads

Published

2025-01-31

Issue

Section

Original Article