Pertumbuhan Asystasia gangetica dengan Perlakuan Interval Defoliasi

Authors

  • Emma F. Kendy Fakultas Peternakan Universitas Papua Author
  • Diana Sawen Fakultas Peternakan Universitas Papua Author
  • Lamberthus Nuhuyanan Fakultas Peternakan Universitas Papua Author
  • M. Junaidi Fakultas Peternakan Universitas Papua Author

Keywords:

Asystasia gangetica, defoliation, plant growth, (pertumbuhan, Asystasia gangetica, defoliasi)

Abstract

Based on the classification, forages consist of grasses (Gramineae), legumes (Leguminosae), and other feed products that can be consumed by animals, such as broad leaves and other plants. Ideally, forages that are developed should be based on the potential forage resources that already exist (locally), but have unfortunately already been documented. One of the local potential hazards is Asystasia gangetica. The purpose of this study is to understand how the defoliation interval affects the subject. The study was conducted for three months in a complete random sampling with three defoliation intervals and ten replications. The defoliation interval is composed of three parts: D1 = 30 days, D2 = 45 days, and D3 = 60 days. Every analysis of the data was conducted using the analysis of variance (ANOVA), and any findings that yielded
insights were concluded using the Duncan Test. The research findings indicate that Asystasia gangetica when defoliated every 60 days, best responds, with a mean plant height is 59.07 cm, the number of leaves is 83.71 pieces, and fresh weight production is 22.39 g is per polybag.

ABSTRAK

Berdasarkan klasifikasinya hijauan pakan terdiri dari rumput (Graminae), legum (Leguminosa) dan hijauan lainnya yang dapat berupa daun-daunan dan tumbuhan lainnya yang dapat dikonsumsi oleh ternak. Idealnya, hijauan pakan ternak yang dikembangkan seharusnya berdasarkan potensi sumber daya pakan hijauan yang ada (lokal), yang tentunya sudah didokumentasikan. Salah satu potensi hijauan lokal tersebut adalah Asystasia gangetica. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dengan perlakuan
interval defoliasi. Penelitian berlangsung selama 3 bulan dan didesain dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan interval defoliasi dan 10 kali ulangan. Interval defoliasi terdiri dari : D1 = 30 hari; D2 = 45 hari dan D3 = 60 hari. Semua data pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (Anova) dan perlakuan yang memberikan pengaruh dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Asystasia gangetica dengan interval defoliasi 60 hari memberikan respon
terbaik berupa tinggi tanaman setinggi 59,07 cm, jumlah daun sebanyak 83,71 helai, dan produksi bahan segar 22,39 g per polibag.

Author Biographies

  • Emma F. Kendy, Fakultas Peternakan Universitas Papua

    Fakultas Peternakan Universitas Papua

  • Diana Sawen, Fakultas Peternakan Universitas Papua

    Fakultas Peternakan Universitas Papua

  • Lamberthus Nuhuyanan, Fakultas Peternakan Universitas Papua

    Fakultas Peternakan Universitas Papua

  • M. Junaidi, Fakultas Peternakan Universitas Papua

    Fakultas Peternakan Universitas Papua

Published

2024-08-27