State Financial Losses in Corruption Crimes: A Comparative Study of Indonesian and Dutch Criminal Law

Authors

  • Jhon Kevin Christian Meliala Faculty of Law, Satya Wacana Christian University Author
  • Mardian Putra Frans Faculty of Law, Satya Wacana Christian University Author
  • David Susanto Sandy Illu Master of Social Work Program, The Unversity of Melbourne Author

DOI:

https://doi.org/10.24843/KP.2026.v48.i02.p01

Keywords:

Financial Loss to the State, Corruption Offenses, Formal Offenses, Material Offenses, Comparative Law, the Netherlands

Abstract

This article examines the issue of interpreting the element of “financial loss to the state or the national economy” in Article 2(1) of Law No. 31 of 1999 on the Eradication of Corruption Offenses. The research question is: to what extent can the lack of utility of goods purchased using the State Budget (APBN) be classified as an act that harms the national economy or state finances in the context of corruption? This study employs a normative legal method using a statutory approach, a conceptual approach, and a comparative approach. Primary legal materials, consisting of laws and Constitutional Court decisions, were analyzed using grammatical, systematic, and teleological interpretation methods. The research findings indicate that: (1) the element of state financial loss in Article 2(1) of the Anti-Corruption Law constitutes a formal offense that must still be proven objectively and measurably; (2) the lack of utility of goods procured through the State Budget ( ) does not automatically satisfy the element of state financial loss or harm to the national economy unless there is an unlawful act resulting in a tangible reduction of state assets; (3) the Dutch legal system, which applies an evidence-based approach, provides an alternative framework that can strengthen legal certainty in the interpretation of the element of state loss. The contribution of this article is to offer an analytical comparative perspective to reconstruct the interpretation of state loss more precisely in.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Buku

Akbari, A. R., Putri, N. S., & Wulandari, W, Terjemahan beberapa bagian risalah pembahasan wetboek van strafrecht dan wetboek van stratfrecht voor Nederlandsch Indie: KUHP Belanda dan KUHP Indonesia ed.rev (Institute for Criminal Justice Reform 2021).

Andi H, Pemberantasan Korupsi, Melalui Hukum Pidana Nasional dan Internasional (PT.Raja Grafindo Persada 2012).

Arsyad, J. H, Korupsi dalam Perspektif HAN (Hukum Administrasi Negara) (Sinar Grafika 2013).

Chandra, Taufik Y., Pengantar hukum Indonesia (PT. Sangir Multi Usaha 2022).

Effendy, M, Kapita selekta hukum pidana: perkembangan dan isu-isu aktual dalam kejahatan finansial dan korupsi (Referensi 2012).

Irwansyah, Penelitian Hukum: Pilihan Metode & Praktik Penulisan Artikel ed.rev (Mirra Buana Media 2024).

Komisioner KPK, Pantang Korupsi Sampai Mati: Cara Mudah Mempelajari Pasal-Pasal Tindak Pidana Korupsi (Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Kedeputian Pencegahan KPK 2015).

Lilik M, Tindak Pidana Korupsi di Indonesia (Normatif, Teoritis, Praktik dan Masalahnya) (Alumni 2011).

Makawimbang, H. F, Memahami dan Menghindari Perbuatan Merugikan Keuangan Negara (Thafa Media 2015).

R, Wiyono, Pembahasan Undang-undang Tindak Pidana Korupsi Ed.rev 2 (Sinar Grafika 2008)

Syamsuddin, A, Tindak pidana khusus (Sinar Grafika 2019).

OECD, Implementing the OECD Anti-Bribery Convention Phase 4 Report: Netherlands, Implementing the OECD Anti-Bribery Convention, (OECD Publishing, Paris 2020).

Tofik Y. C, Pengantar hukum Indonesia (PT. Sangir Multi Usaha 2022).

Peter Mahmud M, Penelitian Hukum ed.rev (Kencana 2025).

Yunus Husein, Kerugian Negara Dalam Tipikor (Koran Seputar Indonesia 2008).

Jurnal

Ahwan, A., & Santoso, T, ‘Discontinuation of corruption investigation and prosecution: A comparison of Indonesia, The Netherlands, and Hong Kong’ (2022) 22(1) Jurnal Penelitian Hukum De Jure 1.

AMRULLAH, M. D. F., Kasmarani, Y., & Mustika, D, ‘Analisis Sifat Melawan Hukum Formil Terhadap Pelaku Tindak Pidana Korupsi Berdasarkan Pasal 2 Dan Pasal 3 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001’ (2024) 8(1) Ta'zir: Jurnal Hukum Pidana 57.

Aulia, A., Nur, M., & Sulaiman, S, ‘Penghentian Penyidikan Perkara Tindak Pidana Korupsi Oleh Kejaksaan Terhadap Pengembalian Kerugian Keuangan Negara’ (2025) 13(1) Suloh: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh 41.

Danish, K., Ardiansyah, H., Safitri, Z., Sabirah, R., & Romdoni, M, ‘Perbandingan Sistem Hukum Pidana Indonesia dan Belanda dalam Penanganan Tindak Pidana Korupsi’ (2024) 1(2) Rechtsvacuum: Journal of Legal Studies 37.

Despinola, A., Hafrida, H., & Hartati, H, ‘Regulation Of Elements Harming The State's Economyin Corruption Criminal Acts In Indonesia’ (2024) 1(1) Law Journal Borobududr Internasional 1.

Dewa, A. S. A. F. C., & Darma, I. M. W, ‘Komparasi Penjatuhan Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Korupsi di Indonesia Dengan di Belanda’ (2024) 1(3) Vidhisastya: Journal for Legalscholars 170.

Fatah, A., Jaya, N. S. P., & Juliani, H, ‘Kajian Yuridis Penerapan Unsur Merugikan Keuangan Negara dalam Penegakan Hukum Tindak Pidana Korupsi’ (2016) 6(1) Diponegoro Law Journal 1.

Karunia, A. A, ‘Penegakan Hukum Tindak Pidana Korupsi di Indonesia Dalam Perspektif Teori Lawrence M. Friedman’ (2022) 10(1) Jurnal Hukum dan Pembangunan Ekonomi 115.

Kasim, N. M, ‘Politik Hukum Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Indonesia’ (2008) 5(01) Jurnal Inovasi 1.

Jawa, D., Malau, P., & Ciptono, C, ‘Tantangan dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi di Indonesia’ (2024) 7(2), Jurnal Usm Law Review 1006.

Sadat A, ‘The application of the state financial losses assessment in corruption crime after the verdict of the constitutional court no.31/Puu-X/2012’ (2022) 1(1) Indonesian Journal of Sustainability 1.

Simanjuntak, A. J. L. P., & Heryanto, H, ‘Pengembalian Dan Pembuktian Kerugian Keuangan Negara Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi’ (2025) 6(2) Rio Law Jurnal 1012.

Monintja, E. S, ‘Tinjauan Yuridis Pasal 2 Dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Sebagai Delik Materil Menurut Putusan Mahkamah Konstitusi No. 25/Puu-Xiv/2016’ (2020) 9(2) Lex Crimen 97.

Opsunggu, E. P., & Hoesein, Z. A, ‘Analisis Penanganan Korupsi dalam Sistem Civil Law dengan Perbandingan Hukum Indonesia dan Belanda’ (2025) 6(04) Judge: Jurnal Hukum 1110.

Safitri, A. D., & Zuhriyah, K, ‘Pengertian Tindak Pidana Dan Unsur-Unsur Tindak Pidana’ (2025) 14(1) Jurnal Hukum Dan Keadilan 34.

Modul

KPK, “Modul Tindak Pidana Korupsi” https://aclc.kpk.go.id/materi-pembelajaran/pendidikan/buku/modul-materi-tindak-pidana-korupsi 10, diakses pada tanggal 4 November 2025.

Jurjan Gerstmaan, “Overview on anti-corruption rules and regulations in THE NETHERDLANDS” https://www.ecba.org/extdocserv/projects/ace/20160131_ACE_CountryreportNL.pdf, diakses pada tanggal 10 Februari 2025.

Website

Australian institute of Family Studies, “What is an evidence-informed approach to practice and why is it important?” https://aifs.gov.au/resources/short-articles/what-evidence-informed-approach-practice-and-why-it-important, diakses pada tanggal 10 Februari 2026.

Cantikaamara, “Meningkatnya Kasus Korupsi di Indonesia : Ujian Serius Menuju Komitmen Global Pemberatasan Korupsi” https://www.kompasiana.com/cantikaamara0297/682e9483c925c452657f5202/meningkatnya-kasus-korupsi-di-indonesia-ujian-serius-menuju-komitmen-global-pemberantasan-korupsi, diakses pada tanggal 19 September 2025.

Hidayat S, “Duduk Perkara Kasus Nadiem Makarim dan Rentannya Korupsi Sektor Pendidikan” https://www.kompas.id/artikel/duduk-perkara-tersangka-nadiem-makarim-dan-rentannya-korupsi-sektor-pendidikan, diakses pada tanggal 19 September 2025.

Kementrian Keuangan RI (Direktorat Jendral Perbendaharaan), “Tindak Pidana Korupsi : Pengertian dan Unsur-unsurnya” https://djpb.kemenkeu.go.id/kppn/manokwari/id/data-publikasi/berita-terbaru/3026-tindak-pidana-korupsi-pengertian-dan-unsur-unsurnya, diakses tanggal 1 November 2025.

Mohar Syarif, “Ahli Hukum Pidana: Perlu Bukti dan Kick back untuk Menentukan Terjadinya Kerugian Negara” https://www.neraca.co.id/article/104986/ahli-hukum-pidana-perlu-bukti-ada-kick-back-untuk-menentukan-terjadinya-kerugian-negara, diakses pada tanggal 11 Februari 2026.

Saiful Arif, “Kewenangan Melakukan Perhitungan Kerugian Keuangan Negara dalam Perkara Korupsi” https://pn-tanjungpinangkota.go.id/2025/12/07/kewenangan-melakukan-perhitungan-kerugian-keuangan-negara-dalam-perkara-korupsi/, diakses pada tanggal 8 Februari 2026.

Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pasal 1 Ayat (1).

Undang-Undang No. 1 Tahun 2004 Pasal 1 Ayat (22) Tentang Perbendaharaan Negara.

Undang-Undang No. 20 tahun 2001 Perubahan atas Undang-Undang No. 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Pasal 2 Ayat (1) Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Undang-Undang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, UU No. 15 Tahun 2004, LN No. 66 Tahun 2004, TLN No. 4400, Ps. 1 ayat (6).

Downloads

Published

30-08-2026

How to Cite

Meliala, Jhon Kevin Christian, Mardian Putra Frans, and David Susanto Sandy Illu. 2026. “State Financial Losses in Corruption Crimes: A Comparative Study of Indonesian and Dutch Criminal Law”. Kertha Patrika 48 (2). https://doi.org/10.24843/KP.2026.v48.i02.p01.

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1-10 of 24

You may also start an advanced similarity search for this article.