PENGARUH LEVEL PROTEIN YANG BERBEDA DALAM RANSUM TERHADAP KARAKTERISTIK KARKAS BABI BALI
Keywords:
Bali pigs, Carcasses, Protein, (Babi bali, Karkas, Protein)Abstract
Bali pigs are germplasm that must be preserved, therefore various efforts to maintain Balinese pigs continue to be made. Genetically, Balinese pigs grow slower than imported pig breeds. One of the factors that affect the growth of pigs is the quality of the ration given. Therefore, this research needs to be done to determine the effect of protein level in the ration on the commercial yield of Balinese pigs. This research was conducted at Mr. Ketut Darka's farm located in Nyitdah Village, Kediri District, Tabanan Regency, Bali for 12 weeks of rearing. The research design used was a completely randomized design (CRD) consisting of four treatments and four replications, resulting in 16 experimental units. Each experimental unit contained one pig. The four treatments were: P1 (ration with 14% protein level), P2 (ration with 16% protein level), P3 (ration with 18% protein level) and P4 (ration with 20% protein level). The variables observed were: slaughter weight, carcass weight, carcass percentage, UDMR, and commercial ingredients including thighs, bacon belly, loin, picnic, boston buff, and spare ribs. The results showed that slaughter weight, carcass weight, carcass percentage, UDMR, and commercial carcass fractions fed with protein levels from 14% to 16%, 18% and 20% showed different but not significant among treatments (P>0.05). It can be concluded that the provision of rations with protein levels of 14%, 16%, 18%, and 20% did not have a significant effect on the components of commercial carcasses of Balinese pigs. This indicates that differences in protein levels within this range are not enough to affect carcass yield.
ABSTRAK
Babi bali merupakan plasma nutfah yang harus dilestarikan, oleh karena itu berbagai upaya untuk mempertahankan babi bali terus dilakukan. Secara genetik babi bali pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan dengan babi ras impor. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan babi adalah kualitas ransum yang diberikan. Oleh karena itu, penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui pengaruh level protein dalam ransum terhadap recahan komersial babi bali. Penelitian ini dilaksanakan di kandang milik Bapak Ketut Darka yang berlokasi di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali selama 12 minggu pemeliharaan. Rancangan penelitian yang digunakan ialah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan dan empat kali ulangan, sehingga terdapat 16 unit percobaan. Setiap unit percobaan berisi satu ekor babi. Keempat perlakuan tersebut, yaitu: P1 (ransum dengan level protein 14%), P2 (ransum dengan level protein 16%), P3 (ransum dengan level protein 18%) dan P4 (ransum dengan level protein 20%). Variabel yang diamati yaitu: berat potong, berat karkas, presentase karkas, UDMR, dan recahan komersial yang meliputi paha, bacon belly, loin, picnic, boston buff, dan spare ribs. Hasil penelitian menunjukan bahwa bobot potong, bobot karkas, presentase karkas, UDMR, dan recahan karkas komersial yang diberikan pakan dengan level protein dari 14% menjadi 16%, 18% dan 20% menunjukkan berbeda tetapi tidak nyata di antara perlakuan (P>0,05). Dapat disimpulkan bahwa pemberian ransum dengan level protein sebesar 14%, 16%, 18%, dan 20% tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap komponen recahan komersial karkas babi bali. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan kadar protein dalam kisaran tersebut belum cukup untuk mempengaruhi hasil karkas.