PENGARUH INTENSITAS KOMUNIKASI ANTAR PETERNAK TERHADAP PRODUKTIVITAS AYAM RAS PETELUR DI KECAMATAN PENEBEL KABUPATEN TABANAN
Keywords:
Laying hens, communication intensity, productivity, (ayam ras petelur, intensitas komunikasi, produktivitas)Abstract
Indonesia, as an agricultural country, has an important livestock sector, especially in
fulfilling animal protein. Laying hens are one of the main commodities, with production
continuing to increase. Bali Province, especially Tabanan Regency and Penebel District, has
great potential in developing laying hen farms, but its productivity is still hampered by limited
access to information, low participation in farmer groups, and communication constraints
between farmers. This study used a sample of 36 farmers selected using stratified random
sampling based on business scale (small, medium, large) to examine the effect of communication
intensity on laying hen productivity in Penebel District. Data analysis used the Spearman rank
correlation test with qualitative and quantitative descriptive techniques. The results showed that
the level of communication intensity including frequency (60.22%), time (64%), and attention
(76%) was quite good. However, the correlation analysis showed a weak negative relationship
between communication variables (frequency, time, attention, tolerance, supportive attitude,
open attitude, equality, response) and egg productivity (r= -0.133 to -0.014; *p* > 0.05). Only
tolerance has a significant effect on communication intensity. This finding indicates that
productivity is more influenced by other factors such as feed quality, cage management, and
chicken health, compared to communication intensity. Further research is needed to identify
factors supporting productivity and formulate effective communication strategies for farmers.
ABSTRAKĀ
Indonesia, sebagai negara agraris, memiliki sektor peternakan yang penting, terutama
dalam pemenuhan protein hewani. Ayam ras petelur menjadi salah satu komoditas utama, dengan
produksi yang terus meningkat. Provinsi Bali, khususnya Kabupaten Tabanan dan Kecamatan
Penebel, memiliki potensi besar dalam pengembangan peternakan ayam ras petelur, namun
produktivitasnya masih terhambat oleh keterbatasan akses informasi, rendahnya partisipasi
dalam kelompok tani, dan kendala komunikasi antar peternak. Penelitian ini menggunakan
sampel sebanyak 36 peternak yang dipilih secara stratified random sampling berdasarkan skala
usaha (kecil, sedang, besar) untuk mengkaji pengaruh intensitas komunikasi terhadap
produktivitas ayam petelur di Kecamatan Penebel. Analisis data menggunakan uji korelasi rank
Spearman dengan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa tingkat intensitas komunikasi yang meliputi frekuensi (60,22%), waktu (64%), dan
perhatian (76%) tergolong cukup baik. Namun, analisis korelasi menunjukkan hubungan negatif
lemah antara variabel komunikasi (frekuensi, waktu, perhatian, toleransi, sikap suportif, sikap
terbuka, kesetaraan, respons) dengan produktivitas telur (r = -0,133 hingga -0,014; *p* > 0,05).
Hanya toleransi yang berpengaruh signifikan terhadap intensitas komunikasi. Temuan ini
mengindikasikan bahwa produktivitas lebih dipengaruhi faktor lain seperti kualitas pakan,
manajemen kandang, dan kesehatan ayam, dibandingkan intensitas komunikasi. Penelitian lebih
lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor pendukung produktivitas serta merumuskan
strategi komunikasi yang efektif bagi peternak.