KUALITAS FISIK DAGING AYAM KAMPUNG UNGGUL BALITBANGTAN (KUB) YANG DIBERI PAKAN KONSENTRAT PROTEIN LIMBAH PETERNAKAN AYAM (KPLA) DALAM RANSUM

Authors

  • N.K.K.A. Pariartisa PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali Author
  • I N.T. Ariana PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali Author
  • N. L. P. Sriyani PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali Author

Keywords:

KUB chicken, physical meat quality, KPLA, ration, alternative feed, (ayam KUB, kualitas fisik daging, KPLA, ransum, pakan alternatif)

Abstract

Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) chickens are a selected local breed with high potential as meat-producing poultry. The physical quality of meat is strongly influenced by feed management, particularly protein adequacy. The utilization of poultry waste protein concentrate (KPLA) as an alternative feed ingredient is expected to reduce production costs without compromising meat quality. This study aimed to evaluate the effect of KPLA inclusion in the diet on the physical quality of KUB chicken meat. A Completely Randomized Design (CRD) was used with four treatments: P0 (0% KPLA), P1 (10% KPLA), P2 (20% KPLA), and P3 (30% KPLA), each with five replications. A total of 80 day-old KUB chickens were reared for 8 weeks. The observed parameters included pH, water holding capacity (WHC), raw loss, cooking loss, and meat color. The results showed that the inclusion of KPLA up to 30% in the diet had no significant effect (P>0.05) on all physical quality parameters of KUB chicken meat, including pH (6.15–6.20), water holding capacity (44.9–45.5%), raw loss (7.61–7.81%), cooking loss (31.0–33.8%), and meat color (L*, a*, b*). In conclusion, KPLA can be used as a partial substitute for commercial concentrate up to 30% in the diet without reducing the physical quality of KUB chicken meat. Therefore, it has potential as an efficient and sustainable alternative feed ingredient.

ABSTRAK

Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) merupakan ayam lokal hasil seleksi yang memiliki potensi tinggi sebagai penghasil daging. Kualitas fisik daging sangat dipengaruhi oleh manajemen pakan, terutama kecukupan protein. Pemanfaatan konsentrat protein limbah peternakan ayam (KPLA) sebagai bahan pakan alternatif diharapkan dapat menekan biaya produksi tanpa menurunkan kualitas daging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian KPLA dalam ransum terhadap kualitas fisik daging ayam KUB. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu P0 (0% KPLA), P1 (10% KPLA), P2 (20% KPLA), dan P3 (30% KPLA), masing-masing lima ulangan. Ternak yang digunakan sebanyak 80 ekor ayam KUB yang dipelihara selama 8 minggu. Parameter yang diamati meliputi derajat keasaman (pH), daya ikat air (WHC), susut mentah, susut masak, dan warna daging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian KPLA dalam ransum hingga level 30% tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap seluruh parameter kualitas fisik daging ayam KUB, yaitu pH (6,15–6,20), daya ikat air (44,9–45,5%), susut mentah (7,61–7,81%), susut masak (31,0–33,8%), serta warna daging (L*, a*, b*). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan KPLA sebagai pengganti sebagian konsentrat komersial hingga level 30% dalam ransum tidak menurunkan kualitas fisik daging ayam KUB, sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan pakan alternatif yang efisien dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • N.K.K.A. Pariartisa, PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

    PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

  • I N.T. Ariana, PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

    PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

  • N. L. P. Sriyani, PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

    PS Sarjana Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar, Bali

Published

2026-06-26