PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA DAN CIPLUKAN PADA AIR MINUM TERHADAP RECAHAN KOMERSIAL KARKAS ITIK BALI
Kata Kunci:
bali duck, dragon fruit peel, ciplukan, commercial carcass fragments, (itik bali, buah naga, ciplukan, recahan komersial karkas)Abstrak
Bali duck is a local poultry that has cultural and economic value, especially in Bali. Dragon fruit peel contains various vitamins, alkaloids, terpenoids, and flavonoids. Ciplukan contains flavonoids, saponins, and tannins. This study aims to determine the effect of dragon fruit peel extract (Hylocereus polyrhizus) and ciplukan (Physalis angulata) in drinking water on commercial fractions of Bali duck carcasses (Anas sp). The study used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments, 4 replications and each replication consisted of 5 ducks. The treatments given were drinking water without dragon fruit peel extract and ciplukan (P0), drinking water with 5% dragon fruit peel extract (P1), drinking water with 5% ciplukan extract (P2), drinking water with 2.5% dragon fruit peel extract and 2.5% ciplukan (P3), drinking water with 5% dragon fruit peel extract and 5% ciplukan (P4). The observed variables included slaughter weight, carcass weight, carcass percentage, and commercial carcass cuts. The results showed that the administration of dragon fruit peel extract (Hylocereus polyrhizus) and ciplukan (Physalis angulata) in drinking water to Bali ducks did not affect slaughter weight, carcass weight, carcass percentage, and commercial carcass cuts. The results of this study can be concluded that the administration of dragon fruit peel extract (Hylocereus polyrhizus) and ciplukan (Physalis angulata) in drinking water at the level of 5% dragon fruit peel, 5% ciplukan, 2.5% dragon fruit peel extract and 2.5% ciplukan, 5% dragon fruit peel extract and 5% ciplukan has not been able to increase the commercial carcass cuts of 5 week old Bali ducks.
ABSTRAK
Itik Bali merupakan unggas lokal yang memiliki nilai budaya dan ekonomi, terutama di Bali. Kulit buah naga mengandung berbagai vitamin, alkaloid, terpenoid, dan flavonoid. Ciplukan mengandung flavonoid, saponin, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) dan ciplukan (Physalis angulata) pada air minum terhadap recahan komersial karkas itik bali (Anas sp). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, 4 ulangan dan masing-masing ulangan terdiri dari 5 ekor itik. Perlakuan yang diberikan adalah air minum tanpa ekstrak kulit buah naga dan ciplukan (P0), air minum dengan 5% ekstrak kulit buah naga (P1), air minum dengan 5% esktrak ciplukan (P2), air minum dengan 2,5% ekstrak kulit buah naga dan 2,5% ciplukan (P3), air minum dengan 5% ekstrak kulit buah naga dan 5% ciplukan (P4). Variabel yang diamati meliputi berat potong, berat karkas, persentase karkas, dan potongan komersial karkas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) dan ciplukan (Physalis angulata) pada air minum terhadap itik bali tidak berpengaruh terhadap berat potong, berat karkas, persentase karkas, dan potongan komersial karkas. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) dan ciplukan (Physalis angulata) pada air minum taraf 5% kulit buah naga, 5% ciplukan, ekstrak 2,5% kulit buah naga dan 2,5% ciplukan, ekstrak 5% kulit buah naga dan 5% ciplukan belum mampu meningkatkan recahan komersial karkas itik bali umur 5 minggu.