PENGARUH SERVICE PER CONCEPTION PADA KAWIN ALAM TERHADAP PENAMPILAN REPRODUKSI BABI LANDRACE PERSILANGAN
Keywords:
Service per conception, reproductive appearance, natural mating, crossbred landrace pigs, (Service per conception, penampilan reproduksi, kawin alam, babi landrace persilangan)Abstract
This study aims to find out how the effect of Service Per Conception on natural mating on the reproductive performance of crossbred Landrace pigs. The pig farming business is one of the businesses that produces products as a source of animal protein as well as a source oAf family income which has a very important economic meaning. The research was conducted in Br. Puseh, Perean Village, Baturiti District, Tabanan Regency, lasted for 5 months. The design used was a group random design (GRD) which was divided into three groups with two treatments and each treatment used 5 sows, so that the sows used were 30 heads. This study uses treatment by mating sows once and twice. The variables observed were pregnancy duration, litter size, birth weight, weaning weight, and weaning age. The results showed that the duration of gestation for sows was not significantly different between 113 and 114 days. The results of research on the birth weight variable showed that the results were not significantly different between 1.3 and 1.7. The litter size produced from each mating treatment of sows was not significantly different between 9.6 and 12 pigs, and the results of the study showed an increase in the number of litter sizes in the subsequent birth period. The birth weight obtained in this study was 1.3 kg to 1.7 kg. The weaning weight obtained in this study was 7.0 to 7.5 and the weaning age used was 30 days. ased on the research results, it can be concluded that Service Per Conception has no effect on the reproductive performance of cross-bred Landrace pigs. This means that mating of sows is only done once.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Service Per Conception pada kawin alam terhadap penampilan reproduksi babi Landrace persilangan. Usaha peternakan babi merupakan salah satu usaha yang menghasilkan produk sebagai sumber protein hewani maupun sumber pendapatan keluarga yang mempunyai arti ekonomi yang sangat penting. Penelitian dilakukan di Br. Puseh, Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, berlangsung selama 5 bulan. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) yang dibagi menjadi tiga kelompok dengan dua perlakuan dan setiap perlakuan menggunakan 5 ekor indukan babi, sehingga induk babi yang digunakan sebanyak 30 ekor. Penelitian ini menggunakan perlakuan dengan mengawinkan induk babi sebanyak satu kali dan dua kali. Variabel yang diamati adalah lama kebuntingan, litter size, berat lahir, berat sapih, dan umur sapih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama kebuntingan induk babi berbeda tidak nyata antara 113 dan 114 hari. Hasil penelitian pada variabel berat lahir menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata antara 1,3 dan 1,7. Litter size yang dihasilkan dari setiap perlakuan pengawinan induk babi berbeda tidak nyata antara 9,6 dan 12 ekor, dan hasil penelitian menunjukkan adanya kenaikan jumlah litter size pada periode kelahiran selanjutnya. Berat lahir yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 1,3 kg sampai 1,7 kg. Berat sapih yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 7,0 sampai 7,5 dan umur sapih yang digunakan adalah umur 30 hari. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Service Per Conception tidak berpengaruh terhadap penampilan reproduksi babi Landrace persilangan. Hal ini berarti bahwa pengawinan induk babi cukup dilakukan satu kali.