Pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian pada era new normal di mangsi tropical denpasar bali
DOI:
https://doi.org/10.24843/JKH.2024.v08.i02.p06Keywords:
Promosi, Keputusan Pembelian Produk, Mangsi TropicalAbstract
Mangsi Tropical merupakan salah satu brand kopi lokal Bali yang memproduksi jenis kopi arabika yang berasal
dari kintamani. Pemasaran yang dilakukan oleh Mangsi Tropical menggunakan media sosial Instagram.
Dengan menggunakan akun Mangsi Tropical dan bekerjasama dengan beberapa akun Instagram dalam
mempromosikan dibidang kuliner. Hal tersebut dilakukan untuk dapat mendekati target pasar dan memperluas
informasi kepada pelanggan yang tertarik dengan promosi yang dilakukan oleh Mangsi Tropical. Pengaruh
Promosi digunakan sebagai parameter untuk mengetahui dampak keberhasilan dalam melakukan promosi
produk. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui promosi pemasaran yang telah dilakukan oleh
Mangsi Tropical serta pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian produk pada new normal di Mangsi
Tropical. Teknik penetuan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan menggunakan kuesioner
online kepada 60 responden berdasarkan jumlah kunjungan konsumen yang datang ke Mangsi Tropical. Teknik
analisis data dalam penelitaian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana. Pengumpulan data melalui
observasi, wawancara, kuesioner, studi kepustakaan dan dokumensi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa
promosi pemasaran diterapkan oleh Mangsi Tropical mencakup periklanan (advertising), promosi penjualan
(sales promotion), hubungan masyrakat (public relation) dan pemasaran langsung (direct marketing).
Penerapan promosi sudah terbukti dapat mendatangkan pengunjung dan meningkatkan produk dari Mangsi
Tropical. Pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian produk pada new normal di Mangsi Tropical
berpengaruh positif dan signifikan. Hal ini dibuktikan nilai 7,891, 2,001. Berdasarkan nilai koefisien
determanasi sebesar 0,518 artinya bahwa promosi memberikan pengaruh 51,8% terhadap keputusan pembelian
produk pada new normal di Mangsi Tropical, sedangkan sisanya 48,2% merupakan variabel lain yang tidak
diteliti oleh peneliti.



