Laporan Kasus: Penanganan Babesiosis, Ehrlichiosis dan Helminthiasis pada Anjing Betina yang Mengalami Hiperestrogenisme
Keywords:
Hyperestrogenism, helminthiasis, babesiosis, ehrlichiosisAbstract
Parasitosis dan penyakit hormonal umum menyerang anjing baik secara tunggal maupun kombinasi. Laporan ini menguraikan penanganan kasus babesiosis, ehrlichiosis, dan helminthiasis pada anjing betina yang mengalami hiperestrogenisme. Anjing kasus berumur tiga tahun dan merupakan anjing peranakan bernama Poppy, berbobot badan 7 kg, pemilik mengeluhkan anjing tersebut sering menggaruk-garuk tubuh, terdapat caplak, mengalami kerontokan ambut, dan tinjanya (feses) encer disertai butiran seperti beras putih dan bercak merah. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya infestasi parasit caplak Rhipicephalus sp., dan pinjal Ctenocephalides sp. Anjing mengalami alopesia simetris bilateral pada rambut di sekitar mata, daun telinga (pinna auricula) lateral dan ventral abdomen, ekstremitas kranial dan kaudal, serta perineal. Terdapat kulit bersisik (scale) pada wajah dan dorsal tubuh, perdarahan bawah kulit makula pada perineal, serta hiperpigmentasi pada ekstremitas kaudal. Mukosa mulut, konjungtiva, anus, dan vulva berwarna merah muda pucat. Pemeriksaan Complete Blood Count (CBC) menunjukkan anjing mengalami anemia mikrositik hipokromik dan trombositopenia. Pemeriksaan feses ditemukan proglotid cacing pita Dipylidium sp., dan telur cacing tambang Ancylostoma sp.. Pemeriksaan ulas darah ditemukan inklusi intraeritrositik dan intraleukositik dilanjutkan tes kit antigen parasit darah menunjukkan positif babesiosis dan ehrlichiosis. Pemeriksaan hormon menunjukkan terjadi peningkatan kadar estrogen di atas normal. Anjing kasus didiagnosis mengalami hiperestrogenisme disertai babesiosis, ehrlichiosis, dan helminthiasis (Dipylidium sp., Ancylostoma sp.). Pengobatan yang diberikan meliputi antiektoparasit sarolner, anihelmintik kombinasi pyrantel pamoat, praziquantel, fenbendazole, doxycycline, dan clindamycin. Diberikan pula sediaan obat penjaga kondisi tubuh yang mengandung ejiao (Asini Corii Colla), ginseng merah, akar Rehmannia, akar Codonopsis pilosula, dan Hawthorn) dan hemapoetikum yang mengandung zat besi, tembaga, asam folat, vitamin C, B6 dan B12. Anjing dimandikan dengan sampo yang mengandung antijamur dan antibakteri, yaitu Miconazole Nitrate dan Chloroxylenol, serta agen keratolitik Sulfur dan Natrium Sali-silat. Tindakan pembedahan ovariohisterektomi dilakukan untuk menangani hiperestro-genisme. Setelah pengobatan selama 14 hari, anjing kasus secara klinis dinyatakan sehat.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Tresna Putri Savanah, I Gede Soma, Putu Ayu Sisyawati Putriningsih (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License Terms
This journal applies the terms of the Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0).
Under this license, authors retain copyright and grant the journal the right of first publication. The published articles are freely available and can be:
-
Shared – copied and redistributed in any medium or format.
-
Adapted – remixed, transformed, and built upon for any purpose, even commercially.
Conditions:
-
Attribution – Appropriate credit must be given to the original author(s) and the source (the journal), a link to the license must be provided, and indication of any changes made must be included.
-
No additional restrictions – The licensor cannot apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
By submitting and publishing in this journal, authors agree to make their work available under the CC BY 4.0 License.
For more details, please visit: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/


