Ketertarikan Generasi Z Terhadap Desain Interior Museum Satriamandala Di Jakarta
Keywords:
Desain Interior, Genrasi Z, Museum, Persepsi, KetertarikanAbstract
Museum sebagai ruang edukasi dan pelestarian budaya perlu menyesuaikan diri dengan karakteristik generasi muda, khususnya Generasi Z yang tumbuh dalam era digital dan memiliki preferensi visual yang kuat. Namun, banyak museum di Indonesia belum
memanfaatkan desain interior secara optimal sebagai strategi menarik minat generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi Generasi Z terhadap desain interior Museum Satriamandala di Jakarta sebagai upaya meningkatkan ketertarikan kunjungan.
Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan metode survei melalui angket tertutup berbasis skala Likert 4 poin. Sampel penelitian terdiri dari 35 responden Generasi Z yang dipilih dengan metode accidental sampling. Hasil analisis menunjukkan seluruh indikator desain interior, yaitu pencahayaan, sirkulasi udara, warna, tata suara, furnitur, lantai, dinding, dan plafon, berada dalam kategori Setuju, dengan pencahayaan dan lantai memperoleh nilai rata-rata tertinggi. Variabel ketertarikan terhadap Museum Satriamandala juga termasuk kategori Setuju, menandakan minat generasi muda untuk berkunjung. Temuan ini menunjukkan bahwa desain interior yang menarik dan nyaman mampu meningkatkan persepsi positif serta daya tarik museum, sehingga perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan ruang publik berbasis edukasi sejarah.
