Wisata wellness berbasis budaya: kampung baluwarti
DOI:
https://doi.org/10.24843/JKH.2024.v08.i02.p19Keywords:
Wisata Wellness, Pariwisata Berbasis Budaya, Kampung BaluwartiAbstract
Wisata wellness menjadi salah satu bagian dari industri pariwisata yang semakin berkembang dalam beberapa
tahun terakhir. Pandemi Covid-19 memberi peluang baik bagi wisatawan maupun destinasi untuk memikirkan
kembali dampak positif dan negatif dari berwisata. Wellness menjadi pilihan wisata yang mendukung kesehatan
fisik, mental, dan spiritual wisatawan; salah satunya adalah wisata wellness berbasis budaya. Penelitian ini
mengkaji perkembangan wisata wellness berbasis budaya yang didasarkan pada tradisi dan praktik budaya
lokal di Kampung Baluwarti yang dipengaruhi oleh keberadaan Keraton Surakarta sebagai pusat kebudayaan
Jawa. Penggalian data dilakukan untuk mendapatkan informasi yang mendalam dan kontekstual mengenai
pengalaman dan persepsi pengelola wisata dan wisatawan terhadap destinasi, didukung dengan teknik
observasi partisipatif. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa Kampung Baluwarti mengintegrasikan
elemen budaya, sejarah, kesenian, kuliner, dan spiritual melalui produk wisata wellness yang bersifat
multidimensional. Wisata wellness juga sekaligus menjadi upaya pelestarian budaya melalui peran para tokoh
yang berhasil mentransfer pengetahuan warisan budaya kepada generasi muda. Meskipun masih terdapat
berbagai kendala, namun strategi pengembangan praktik pariwisata berkelanjutan yang melibatkan komunitas
dapat berpotensi menjadikan Kampung Baluwarti sebagai destinasi wisata wellness berbasis budaya yang
unggul di Kota Surakarta.



